
| Kamis, 12 Februari 2004 | Berita Utama |
Jamaah Kalteng Terpaksa MenginapSOLO-Berbeda dari jamaah haji lain, jamaah asal Kalteng terpaksa menginap di Asrama Haji Donohudan. Jamaah kloter 7 dan kloter 8 itu menginap hingga Sabtu (14/2) lusa, karena menunggu jadwal keberangkatan kapal ke daerah asal. ''Rencananya kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (15/2) pagi. Rombongan akan meninggalkan asrama Donohudan, Sabtu malam,'' papar Kakandepag Kota Waringin Timur, Kalteng, Drs HM Amrulah Hadi. Dia menjelaskan, tradisi menginap selalu dilakukan setiap tahun. Untuk mengurangi beban jamaah, Pemkab setempat membantu semua biaya pengangkutan barang bawaan dari Kalteng hingga Semarang dan Solo pulang-pergi serta biaya menginap di asrama. Sedangkan biaya makan ditanggung jamaah dengan cara urunan. ''Ini wujud tanggung jawab pemerintah daerah dalam membantu jamaah.'' Terkait dengan menu makanan di asrama, jamaah mengaku tidak ada persoalan. Seorang jamaah, H Rahman, mengatakan, semua menu yang disajikan cocok dengan lidah jamaah. Apalagi masakan di Solo seperti soto dan rawon sangat disukai. Mereka juga mengaku terkesan oleh sambutan panitia haji setempat. ''Soal makanan tak masalah, apalagi di daerah, saya punya banyak teman asal Jawa. Pelayanan panitia juga cukup ramah.'' Jamaah lain, H Suheimi, mengatakan, jamaah tidak pernah mempersoalkan menu masakan yang disajikan. ''Semua cocok, Mas. Menu makanan di Arab Saudi saja kami bisa menikmati, apalagi masakan Solo. Wah sotonya sangat enak, saya sampai nambah.'' Humas PPIH Drs Abdul Wahab mengatakan, akomodasi jamaah haji Kalteng selama menginap di luar tanggungan PPIH. Petugas haji daerah setiap tahun sudah mengantisipasi hal ini, karena terbentur jadwal keberangkatan kapal. ''Masalah ini ditangani langsung petugas haji daerah dengan Badan Pengelola Asrama Haji (BPAH).'' Hingga kemarin, jadwal kedatangan jamaah haji masih mengalami keterlambatan. Kloter 7 yang dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Sumarmo pukul 03.10 baru datang pada pukul 08.12. Kepulangan kloter itu disertai dua mutasi masuk, yaitu Muadz Thohir bin Muadz Thohir, jamaah kloter 31 asal Pati, dan Partidikromo bin Saredjo, jamaah kloter 46 asal Banyumas. Sedangkan kloter 8 yang semula dijadwalkan tiba pada pukul 06.10 baru sampai pukul 09.15. Ada dua haji yang wafat di Tanah Suci yaitu Syahrul bin Ahmad dan Cami bin Dubeh, keduanya asal Kalteng. Keduanya meninggal karena sakit. (G10-64t) Jadwal Kedatangan 1. Kloter 10, 400 haji asal DIY, tiba Kamis (12/2) pukul 08.10 2. Kloter 11, 400 haji asal Banyumas, tiba Kamis (12/2) pukul 11.40
|