logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pembuat Gerobak Antikarat di Barito

BENGKEL las ''Langgeng Makmur'' milik Warsono menerima pesanan pembuatan segala macam gerobak. Bengkel di Jalan Barito Raya, tepatnya depan Kampung Bugangan itu sejak 1980-an sudah dikenal di Semarang dan sekitarnya sebagai pembuat gerobak dasaran untuk pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang keliling.

Meski bermunculan usaha sejenis, itu tidak membuat Warsono tersaingi. Bahkan, dia melakukan inovasi produk selain gerobak.

Warsono semula bekerja pada perusahaan karoseri mobil pada 1970-an. Dia mengaku paham betul teknik pengelasan. Karena itu produk gerobaknya terkenal rapi.

Dia membuat gerobak sesuai dengan permintaan. Bahkan, gerobak yang bentuknya tak lazim pun mampu dia buat.

Dia menyatakan, banyak pemesan menginginkan gerobaknya berbeda dari yang lain agar mampu menarik pembeli. Contohnya, gerobak yang dipesan pedagang bakpau dan es keliling beberapa waktu lalu.

Pemesan biasanya membawa gambar gerobak yang diinginkan. Penambahan atau pengurangan bentuk dan model dapat terjadi saat negosiasi bentuk. ''Setelah bentuk yang diinginkan pemesan disepakati, baru ditentukan harga,'' kata dia.

Penentuan harga didasarkan pada ukuran gerobak, serta bahan baku digunakan. Gerobak termahal berharga lebih dari Rp 4 juta karena berbahan stainless steel (logam antikarat). Gerobak seharga itu biasa dipakai oleh pedagang martabak dan pemilik rumah makan yang menggunakan gerobak untuk dasaran.

Dari usahanya yang telah puluhan tahun itu, dia mampu menyekolahkan ketiga putranya hingga sekolah menengah kejuruan (STM). Salah seorangnya kini bekerja di perusahaan pembuatan peralatan mesin di Semarang. Adapun dua putra lainnya membantu dia di Bengkel Lenggeng Makmur.

Peralatan Lengkap

Meski tidak tergolong besar, bengkel lasnya memiliki peralatan lengkap, mulai peralatan las listrik, mesin bubut, bor listrik, hingga pemotong logam. Dia juga memperbaiki gerobak dan menyediakan perlengkapan, seperti roda dan pelek.

Pria asal Kampung Bugangan Semarang Timur ini sering mendapat pesanan dari perusahaan dan instansi pemerintah di Semarang atau daerah lain yang akan membuat gerobak sampah.

Pesanan semacam itu merupakan proyek besar yang membawa berkah. Sebab pesanan itu bisa mencapai puluhan gerobak. Karena itu dia terpaksa menambah tenaga kerja untuk merampungkannya.

Meskipun dipesan dalam jumlah besar, Warsono tidak membuat gerobak secara asal-asalan. Sebab sekali gerobak yang dia buat tak sesuai dengan pesanan, pelanggan bakal pergi.

Dia menuturkan, menjelang pemilu periode lalu, beberapa partai di Semarang dan kota lainnya di Jateng memesan bermacam gerobak. Gerobak-gerobak tersebut diwarnai sesuai dengan warna partai sebagai sarana kampanye. ''Saya mengharapkan menjelang pemilu tahun ini ada pesanan dari partai-partai,'' tutur dia.

Selain gerobak, Warsono juga menerima pesanan pembuatan troli atau alat pengangkat drum dan krat-kratan botol, sebagai mana dipesan sejumlah pabrik minuman terkenal beberapa waktu lalu. (Surya Yuli P-63i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA