logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Internasional  
Line

Kerry Sapu Bersih Juga Wilayah Selatan AS

FAIRFAX - John Kerry, kandidat kuat calon presiden Partai Demokrat, mengatakan kemenangan-kemenangannya dalam primary di wilayah AS bagian selatan, seperti di Tennessee dan Virginia, menunjukkan rakyat Amerika mendukung perubahan: timur, barat, utara, dan sekarang selatan.

Senator Negara Bagian New England tersebut mengatakan hal itu dalam pawai kemenangan di George Mason University, Fairfax, saat mana hadir sekitar 1.000 pendukungnya.

''Kalian telah menunjukkan bahwa nilai-nilai utama yang kita miliki, yakni kejujuran, cinta negara, keyakinan pada harapan, dan kerja keras, lebih penting daripada batas-batas atau tempat kelahiran.''

''Kampanye ini sekarang bergerak semakin maju,'' katanya. ''Kita akan berjuang untuk mendapatkan setiap suara dan kita akan melakukan perjuangan kita di seantero wilayah ini.''

Kemenangan-kemenangan tersebut adalah kali pertama diraih Kerry di AS bagian selatan. Itu menunjukkan, dia kandidat yang punya daya tarik berskala nasional di kalangan Demokrat.

Dia salah seorang kandidat yang bisa menang tidak hanya di timurlaut dan barat-tengah Amerika, tetapi juga menarik para pemilih di daerah-daerah AS selatan yang biasanya lebih konservatif.

Kerry sebelumnya kalah di selatan. Dia berada di bawah Senator John Edwards dari North Carolina saat konvensi primary di South Carolina. Dia juga kalah dari jenderal purnawirawan Wesley Clark (Arkansas) di Oklahoma.

Terus Kecam Bush

Namun dia mulai mendapatkan kemenangan-kemenangan mengejutkan di Iowa dan New Hampshire. Dia sejauh ini sudah menang di 12 dari 14 negara bagian.

Dia mengembangkan momentum yang tampaknya tak dapat dihentikan dalam pemilihan calon presiden Partai Demokrat, untuk menantang Presiden George W Bush (Republik), November mendatang.

Dia tidak pernah mengecam kandidat lain Demokrat selama primary. Sebaliknya, dia terus menyerang Bush dalam upaya mengambil keuntungan mengenai ketidaksenangan dan ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan-kebijakan presiden itu.

Dia tetap melontarkan kritik dalam pidato kemenangannya di Tennessee dan Virginia, Selasa lalu.

Dia mengecam kebijakan ekonomi Bush dan catatan presiden itu tentang hak-hak sipil, kebebasan sipil, dan pertahanan nasional.

''George Bush, yang berbicara tentang kekuatan, telah membuat Amerika lebih lemah. Lemah secara ekonomi, buruk dalam perawatan kesehatan, dan lemah dalam pendidikan,'' katanya.

''Buktinya, dia membuat kita lemah secara militer dengan memperpanjang masa tugas angkatan bersenjata, dan mengubah pasukan pengawal dan tentara cadangan kita menjadi pasukan aktif,'' katanya. ''Dia juga membuat kita lemah dengan menjauh dari sekutu-sekutu kita.''

Kekalahan para pesaingnya (Edwards dan Clark) di AS bagian selatan, telah meningkatkan tekanan terhadap keduanya agar mundur dari persaingan untuk menjaring kandidat presiden kubu Demokrat

Tetapi Kerry mengatakan kepada para wartawan, dia tidak berwenang untuk mengomentari apakah Edwards dan Clark harus menghentikan upaya untuk masuk nominasi calon presiden.

Para CEO Berkumpul

Sementara itu, dalam apa yang oleh Gedung Putih disebut sebagai ''putaran perundingan para pemimpin ekonomi AS'', beberapa CEO (pemimpin eksekutif perusahaan) bertemu dengan Presiden Bush, Selasa waktu Washington.

Para CEO itu diketahui secara luas sebagai kontributor utama bagi kampanye Bush dan kegiatan lain Partai Republik.

Di antara mereka terlihat Henry Paulson, pemimpin eksekutif Goldman Sachs. Dia muncul di Gedung Putih dengan memuji kebijakan pemerintahan Bush, meski ada peringatan dari pakar ekonomi perusahaannya tentang meningkatnya defisit anggaran pemerintah federal.

''Sentimen pasar membaik. Pasar obligasi juga baik. Program ekonomi presiden berhasil,'' puji Paulson.

Seperti perundingan ekonomi lain yang diatur oleh Gedung Putih, orang-orang yang berkumpul Selasa lalu itu kebanyakan sependapat dengan presiden, atau setidaknya bersikap setuju di depan publik.

Scott McClellan, juru bicara Gedung Putih, mengatakan acara Selasa lalu itumerupajan pertemuan ''para pemimpin ekonomi'' dari sektor yang terus berkembang dalam perekonomian AS, meliputi bidang teknologi tinggi, keuangan, automotif, dan eceran.

Yang tidak disebutkan Gedung Putih adalah, beberapa eksekutif yang hadir juga menjadi donatur utama Partai Republik, termasuk Michael Dell, pendiri dan kepala eksekutif Dell Inc.

Carly Fiorina (CEO Hewlett-Packard) memuji kebijakan Bush tentang pemotongan pajak. Dia menyebutkan, reaksi semua pemimpin bisnis di ruangan tersebut ''sangat antusias''.

Dia menyumbang 2.000 dolar AS (sekitar Rp 17 juta) kepada Bush, tahun lalu.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA