
| Kamis, 12 Februari 2004 | Internasional |
Tentara Israel Serbu GazaEmpat Belas Warga Palestina TewasGAZA - Pasukan Israel menewaskan sedikitnya 14 warga Palestina di Kota Gaza, dalam baku tembak Rabu kemarin. Baku tembak tersebut pecah selama tentara Israel melakuan penyerbuan untuk menyapu bersih kaum militan yang dicurigai melakukan serangan-serangan terhadap permukiman Yahudi. Pertempuran terhebat di Gaza dalam waktu dua pekan terakhir itu terjadi, di tengah rasa tidak senang militer Israel terhadap rencana PM Ariel Sharon untuk mengosongkan semua permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Para saksi mata Palestina dan petugas medis mengatakan, serdadu Israel yang didukung tank-tank, merangsek perkampungan Shijaia yang penduduknya sekitar Rabu fajar. Para serdadu tersebut melepaskan tembakan ke sebuah pos polisi Palestina dan menewaskan seorang petugas. Kaum militan langsung melawan. Empat belas warga Palestina bersenjata tewas dalam baku tembak tersebut. Di antara korban tewas terdapat seorang aktivis senior faksi Hamas, kelompok yang mengobarkan serangan bom jibaku selama konflik tiga tahun terakhir. Seorang remaja laki-laki (17), putra pemimpin gerakan Fatah, juga tewas. Angkatan Darat Israel membantah telah melepaskan tembakan lebih dulu ke pos polisi Palestina, dan sebaliknya malah menuduh ''sel-sel teroris'' Palestina menyerang dengan rudal antitank, bom, dan berondongan tembakan. Tentara mengatakan telah menembak sedikitnya 10 orang Palestina bersenjata. Dikatakan, operasi ke Gaza bertujuan menghentikan serangan mortir dan rudal militan terhadap sasaran-sasaran Israel.'' Tentara Dipertahankan Sharon mengejutkan teman-teman dan musuh-musuh politiknya pekan lalu, ketika dia mengumumkan rencana untuk memindahkan hampir 7.500 pemukim Yahudi yang tinggal di permukiman di wilayah Palestina. Warga Yahudi di permukiman-permukiman Jalur Gaza tersebut hidup di tengah-tengah sekitar 1,3 juta warga Palestina, sehingga mereka rentan terharap serangan militan. Menhan Shaul Mofaz mengatakan, pemindahan para pemukim Yahudi dari Gaza itu tidak berarti penarikan sepenuhnya militer Israel dari wilayah tersebut. Tentara mungkin tetap di beberapa daerah, sebagai ''kartu untuk tawar-menawar''. Kepala intelijen militer Israel memperingatkan para wakil rakyat, kaum militan Palestina akan memandang rencana Sharon memindahkan permukiman Gaza itu sebagai ''kemenangan bagi teroris''. Sebagian pejabat AS juga mengatakan, mereka khawatir langkah sepihak Israel untuk merelokasi para pemukim Yahudi dari Jalur Gaza akan mendorong semangat para ekstremis Palestina. Hamas diperkirakan akan mengambil keuntungan atas penarikan Israel tersebut dan mungkin menjadi kekuatan ''dominan'' di Gaza. Mereka bisa meremehkan Otorirtas Palestina yang telah lemah, kata para pejabat AS. ''Itu pasti sangat negatif bagi visi Presiden George W Bush tentang dua negara yang hidup berdampingan dalam damai dan aman. Sebab, visi Hamas adalah satu negara tanpa Yahudi di dalamnya,'' kata seorang pejabat tinggi AS.(rtr-ben-30) |