
| Kamis, 12 Februari 2004 | Ekonomi |
Suplai Obligasi Berkurang, Pasar Kelebihan DanaJAKARTA- Suplai obligasi di pasar yang sangat kurang saat ini membuat pasar obligasi kelebihan dana. Hal ini disebabkan beberapa obligasi seperti obligasi pemerintah yang jatuh tempo belum ada penggantinya sehingga investor belum bisa melakukan switching untuk mengalihkan dananya. "Investor melakukan flight to safe sehingga saat ini pasar mengalami kelebihan dana yang cukup besar karena barangnya di pasar itu tidak ada," kata Dirut BES Hindarmojo Hinuri pada seminar reksadana yang berlangsung di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Rabu (11/2). Kelebihan likuiditas ini membuat investor menanamkan dananya di SBI atau FASBI. Diprediksi dana yang berlebih ini mencapai Rp 160 triliun. Dengan kondisi ini tidak mengherankan jika tingkat suku bunga SBI akan turun drastis pada pekan ini. Diakui Hindarmojo ada gap, karena terlambatnya suplai obligasi yang telah jatuh tempo di mana akan berlangung 1-2 bulan ke depan. Kurangnya obligasi di pasar ini dikarenakan pada Januari lalu ada obligasi pemerintah yang telah jatuh tempo senilai Rp 7 triliun. Sementara pemerintah sendiri belum melakukan debt switching untuk menggantikan obligasi yang jatuh tempo. Mengenai harga obligasi saat ini dinilai cukup baik. Begitu pula dengan yield yang rata-rata ada di kisaran 11%-13%. Menurut Hindarmojo hingga menjelang pemilu pasar obligasi tidak akan terpengaruh, pasalnya obligasi adalah perdagangan surat utang yang sangat sensitif terhadap tingkat suku bunga. Pengaruh pergerakan tingkat suku bunga akan lebih dominan ketimbang pelaksanaan pemilu. Dijelaskan pula pada awal Maret 2004 ini akan ada pasokan baru ke pasar sebesar Rp 950 miliar berasal dari obligasi Oto Multiartha dan PTPN VII. Pasokan ini diharapkan bisa menyerap kelebihan dana yang ada di pasar. Menurutnya, dalam kondisi pasar yang sangat kelebihan dana, sangat baik untuk emiten meluncurkan obligasi. Namun kadangkala antisipasi hal itu sangat terlambat. Dijelaskan obligasi saat ini akan sangat laris jika memiliki rating minimal A-.(dtc-82 |