logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Harga Besi Beton Naik 100% Lebih

SEMARANG- Harga besi beton dalam sebulan terakhir naik hingga 100% lebih dari harga sebelumnya. Kenaikan bervariasi tergantung pada ukurannya.

Misalnya harga besi untuk ukuran 6 mm yang sebelumnya dipasarkan Rp 6.500, kemarin dijual Rp 12.000. Kemudian, 10 mm standar naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 30.000.

Adapun harga besi ukuran 15 mm yang bulan sebelumnya Rp 40.000, sekarang naik menjadi Rp 60.000.

Para pedagang pengecer bahan bangunan tidak mengetahui persis penyebab terjadinya lonjakan salah satu komponen penting bahan bangunan itu.

''Harga kulakan dari distributor memang sudah naik sejak satu bulan terakhir. Kami hanya mengikuti dalam menjual ke masyarakat,'' kata Saefuddin Bonglin, pimpinan toko besi Tunggak Trubus di Jalan Ki Sarino Ungaran, kemarin.

Dia menuturkan, kenaikan hampir terjadi setiap hari dengan besaran berbeda. Misalnya kemarin naik Rp 5.000, hari ini bisa naik menjadi Rp 10.000 dan seterusnya.

''Kenaikan yang tidak bisa diprediksi juga membuat pedagang bingung bagai mana harus menjelaskan ke pelanggan. Kami juga menjadi tidak enak dengan mereka,'' ungkapnya.

Dari informasi yang dia peroleh, kenaikan harga besi disebabkan oleh banyaknya besi yang diekspor ke China.

Dengan demikian, pasokan di dalam negeri menjadi berkurang dan menyebabkan lonjakan harga yang tidak wajar. ''Apalagi saat ini belum musim membangun, bagaimana nanti bila proyek-proyek sudah mulai dibangun, yakni pada April hingga akhir tahun. Mungkin harganya bisa jauh lebih tinggi.''

Tidak Wajar

Dia menilai, kenaikan ini sudah tidak wajar. Dia mencontohkan, ketika terjadi kenaikan pipa paralon 10%-15% masih bisa dimaklumi, mengingat pabriknya di Gresik mengalami kebakaran.

''Akan tetapi kalau besi kan tidak ada masalah, sebab bahan bakunya tidak ada yang impor,'' tandasnya.

Dia berharap pemerintah segera mengatasi masalah ini. Sebab jika tidak, akan menimbulkan keresahan terutama bagi pengecer bahan bangunan dan konsumen.

''Sebaiknya bisa dicari pemecahannya agar harganya bisa kembali normal,'' kata Saefuddin.

Hal senada disampaikan seorang pedagang pengecer bahan bangunan di Jalan Majapahit.

Mereka mengeluh dengan harga besi yang sebelumnya sudah naik dan kini naik lagi. Ini dengan ditambah masih lesunya kondisi pasar dewasa ini.

''Rupanya kenaikan harga besi tidak memandang kondisi pasaran bahan bangunan yang sedang lesu,'' ujar Rohmadi, pengelola toko bahan bangunan UD Sumber.

Dia menjelaskan, selama November 2003 sampai Februari 2004 kenaikan harga besi sudah dua kali.

Padahal, pasaran bahan bangunan di semua toko pengecer di Semarang tampak sepi lantaran memang belum musim proyek.

Kenaikan harga besi, lanjut dia, membuat bingung para penjual bahan bangunan terutama dalam mematok harga.

''Masalahnya, harga bisa berubah-ubah setiap saat,'' ungkapnya sambil menambahkan, secara umum pasaran bahan bangunan hingga saat ini masih lesu.(G2-82j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA