logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Surat Pembaca  
Line

Tanggapan untuk Sdri Siti Ngatiyem

Menanggapi surat Sdri Siti Ngatiyem 3 Februari 2004, sampai saat ini kami kepala Kantor Pelayanan PBB Semarang merasa belum pernah ditemui yang bersangkutan. Berdasar penjelasan petugas yang kali pertama melayani, Sdri dengan emosi mengatakan telah melunasi pajak.

Namun ketika diminta memperlihatkan bukti pembayarannya, yang ditunjukkan STTS (Surat Tanda Terima Setoran) PBB. Setelah diberi penjelasan bahwa surat teguran sehubungan dengan pembayaran BPHTB, dia mengatakan pembayarannya lewat perantara.

Petugas menyarankan agar meminta bukti kepada perantara, sekaligus mengecek apakah telah disetorkan ke Bank Mandiri Cabang Simpanglima. Jadi petugas tidak pernah mengatakan bukti pembayarannya palsu, melainkan sekadar memberi informasi akhir-akhir ini sering ditemukan SSB palsu.

Setelah dia mendapat penjelasan dari Bank Mandiri Simpanglima Semarang bahwa pembayaran BPHTB sebesar Rp 969.625 sah, Sdri Siti Ngatiyem diantar menemui Kasi Penagihan guna mencocokkan berkasnya dengan dokumen di seksi ini. Hal ini mengingat perbedaan yang cukup besar antara pembayaran yang disetorkan wajib pajak dengan jumlah tagihan.

Saat itu Sdri mengatakan berkait masalah tersebut kios jualan di Pasar Bulu tidak ada yang jaga, sehingga Kasi Penagihan menyarankan untuk pulang sambil mengatakan setelah diteliti ulang akan diberitahu.

Berdasar penelitian ulang, disimpulkan wajib pajak tersebut tidak benar menghitung BPHTB dalam SSB dan tidak memenuhi ketentuan. Karenanya wajib pajak (Sdr Rudianto) masih kurang pembayaran BPHTB sebesar Rp 1.993.745 sesuai surat teguran.

Kakan Pelayanan PBB Semarang
Drs Muchtar

***

Untuk Amro Bank

Saya guru di SMU cukup terkenal di Kota Semarang mengajukan pinjaman personal loan di Bank Amro. Dengan ramah dan janji, bagian marketing datang ke tempat kerja saya dan meminta saya mengisi berbagai blanko serta memenuhi syarat antara lain slip gaji, surat keterangan lama bekerja, pasfoto, fotokopi KTP dan lainnya.

Janjinya setelah berkas masuk kredit akan segera cair, tetapi sampai 2 minggu masih belum ada pemberitahuan. Anehnya dalam kurun waktu sama, saudara saya mendapat telepon 4 kali dari Amro Bank, yang isinya menanyakan keberadaan saya.

Sekolah juga sudah berulang kali menerima telepon dan meminta data. Heran saya, ada yang menanyakan: ''Apakah betul gaji guru-guru di sini di atas 1 juta rupiah?''. Keterlaluan, bank kok tidak percaya surat keterangan kasek yang notabene juga instansi resmi.

Setelah lebih dari 2 minggu, saya terima SMS yang menyatakan permintaan kredit ditolak. Saya lewat SMS maupun telepon ke bagian marketing namun tak jawaban. Saya merasa dipermainkan bank padahal sudah berusaha memenuhi segala persyaratannya.

Untuk Amro Bank, saya berkesimpulan Anda tidak profesional. Informasi ini mungkin berguna bagi calon nasabah lain, jangan terpesona tawaran yang menggiurkan.

Purnama
Sinar Wluyo, Semarang

***

RSU Dr Soeselo Kecewakan Pasien

Saya peserta Askes gol III bulan Januari 2004 merawatinapkan anak ke RSU Dr Soeselo Slawi, Tegal. Karena ruangan penuh, dia terpaksa dirawat di ruang Cendrawasih (ruang teladan). Setelah sembuh, saya menyelesaikan administrasi, tetapi betapa terkejutnya karena biayanya sangat tinggi.

Bagian Keuangan menyatakan ada perbedaan tarif rawat inap antara pasien umum dan Askes. Pada pasien Askes dikenakan biaya Rp 203.800/hari sedangkan pasien umum Rp 125.050. Hal itu menurut petugas berdasarkan Perda No 6 Tahun 2003 tertanggal 5-6-2003.

Kalau benar, berarti Perda tersebut merugikan peserta Askes yang notabene selalu taat membayar iuran tiap bulan dan mengandalkan Askes sebagai perlindungan di saat sakit. Saya kecewa apalagi dengan sistem paket, Askes hanya memberi bantuan rawat inap di RSU Dr Soeselo.

Untuk Gol I dan II sebesar Rp 35.000, Gol III Rp 50.000 dan Gol IV sebesar Rp 70.000/hari, itupun masih dikurangi hari keluar. Mohon pejabat terkait meninjau kembali kebijakan tersebut.

Edy Suhekhi
Jl Bali Rt 3/Rw 4 Kudaile Slawi, Tegal

***

Di Mana Alamat Ny Shahidah Lia

Bulan Maret tahun lalu saya menjalin kerja sama dengan Ny Shahidah Lia, direktur CV Megah Sinar Jaya (MSJ), beralamat di Ruko Jurnatan Blok A/10 Semarang. Namun beberapa waktu lalu saya menghubungi per telepon tidak nyambung dan setelah saya cek ke alamat tersebut kabarnya toko sudah lebih 3 bulan tutup.

Saya imbau Ibu menghubungi dan memberikan alamatnya jelas agar perjanjian kerja sama dapat diteruskan atau dimusyawarahkan. Saya tidak tahu apakah Ibu telah berusaha menghubungi saya, mengingat nomor HP saya ganti, namun alamatnya tetap.

Informasi lain, dulu Ibu Shahidah sebagai direktur SPS juga menjalin kerja sama serupa (penanaman saham), beralamat di Ruko Dargo. Saya berharap rekan senasib bisa membantu informasi kepindahan ibu tersebut.

Suryanto
Jl Megaraya III/272 Ngaliyan, Semarang 50189

***

Mohon Bantuan untuk Bencana Banjir

Tanggal 3 Februari 2004 musibah banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Grobogan, daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah minus. Ratusan hektare tanah pertanian terendam air, jagung siap jual membusuk, banyak ternak mati, dan puluhan rumah rusak.

Tim KKN Undip di Desa Kentengsari Kecamatan Kedungjati Grobogan mengetuk hati para pembaca dan tim siap menyalurkan kepada para korban. Bantuan uang, bahan makanan, pakaian pantas pakai, dan obat-obatan dapat dikirimkan langsung ke posko KKN Desa Kentengsari atau ke Jln Singosari VI/ 6 Semarang (024) 8314753/ 08157663902 (ratna).

Ade Rahmat
Koordinator

***

Tanggapan CNI

Sehubungan keluhan Ibu Hartini Nurhayati 27 Januari 2004, kami jelaskan bahwa formulir yang Ibu kirimkan kurang yaitu tiadanya KK sebagai salah satu persyaratan perolehan beasiswa.

Staf Yayasan CNI telah menginformasikan hal ini ketika Ibu menelepon dan juga dijelaskan batas penyerahan KK 30 Maret 2003. Namun, hingga batas waktu tersebut kami belum menerima sehingga pencairan beasiswa tidak diproses lebih lanjut.

Sesuai ketentuan yang tercantum dalam formulir yang dimaksud Ibu, keputusan mengabulkan permohonan beasiswa merupakan hak mutlak yayasan.

Hakikatnya beasiswa ini merupakan program sosial dan jika yang mengajukan melebihi ketersediaan dana. yayasan berhak penuh untuk mengutamakan permohonan yang datang lebih dulu. Perlu diketahui penerima beasiswa berjumlah 1.261 anak dari 799 keluarga.

Fit Yanuar
PR Assistant Manager Corporate Affairs Dept


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA