logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Sala  
Line

"Lo, Pak Wali Itu Kolektor Tanaman Langka To..."

PROGRAM "Ayo Jadikan Solo Royo-royo" ternyata dimanfaatkan Wali Kota H Slamet Suryanto mengenalkan warga untuk mencintai lingkungan.

Mungkin banyak yang tidak tahu jika di luar kegiatannya sebagai orang nomor satu di Kota Surakarta, dia adalah seorang kolektor tanaman langka. Karena itu, wajar kalau kemudian ada yang heran sekaligus kagum ketika tahu tentang kegiatannya di bidang tersebut.

Itu pula yang terlihat ketika ratusan siswa dari SMP dan SMU yang ada di wilayah Kota Surakarta kemarin datang secara khusus di rumah dinasnya di Loji Gandrung bersama beberapa guru biologi. Mereka kaget, saat tahu berbagai tanaman langka yang mereka jumpai saat itu semuanya adalah koleksi Wali Kota.

Lebih kaget lagi ketika mereka tahu koleksi tanamannya sangat beragam dan bahkan boleh dikatakan komplit. Ada tanaman walisongo, kayumanis, jambu dersono, mulwo, apel bludru, serta tanaman-tanaman lain yang hampir sebagian besar merupakan tanaman langka.

Berbagai celetukan bernada heran dan kagum terlontar dari sejumlah siswa yang saat itu tengah melakukan praktik lapangan untuk mengkaji secara lebih mendalam antara pelajaran teori di kelas dan realitas di lapangan dalam soal tanaman langka.

"Lo, Pak Wali itu kolektor tanaman langka to," ujar salah seorang siswa.

Kumpulkan Sendiri

Wali Kota pun dengan sabar terus mengikuti mereka berkeliling untuk melihat-lihat tanaman langka koleksinya. Saat berkeliling itu dia tak lupa menjelaskan latar belakang tiap-tiap tanaman berikut manfaatnya.

Selain itu, Wali Kota juga menjelaskan bagaimana dia bisa memperoleh tanaman langka yang hampir semuanya dikumpulkan sendiri. Kepada para siswa dia mengatakan, setiap kali bepergian baik untuk keperluan dinas maupun pribadi, selalu menyempatkan untuk pergi ke kios tanaman.

Hal itu dia lakukan untuk mencari tanaman yang tidak ada atau belum pernah dia jumpai di Solo.

Bahkan, dalam suatu perjalanan dia pernah menyuruh sopirnya untuk menghentikan mobil hanya karena melihat tanaman langka di parit. "Jadi, boleh dikatakan saya ini memang termasuk seorang pemburu tanaman langka," tuturnya.

Mendapat penjelasan seperti itu, siswa pun semakin tertarik. Banyak di antara mereka yang kemudian bertanya seputar tanaman langka tersebut. Selain manfaat dan kegunaan, ada juga yang bertanya bagaimana cara merawatnya. Bahkan, berkaitan dengan kompletnya tanaman langka itu ada siswa yang tidak sekadar bertanya, tetapi juga melontarkan harapan."Begitu komplet tanaman langka ini. Alangkah baiknya kalau Loji Gandrung dapat dijadikan sebagai objek pemeliharaan tanaman langka," kata siswa tersebut.(Wisnu Kisawa-42k)

Daftar Sumbangan:

34. Dra Hj Tatik Suryo (SMA 1 Ska) 200 bibit matoa

35. PT Anwar Siradj daging ayam

36. PT Gema Usaha Ternak daging ayam

37. PT Prima Karya Persada daging ayam

38. Asosiasi Pengusaha Obat Hewan daging ayam

39. Perkumpulan Pengusaha Ayam Petelur telur ayam

40. Toko Beta Jaya 50 nasi bungkus

41. Hotel Seribu 50 nasi bungkus

42. PT Panca Sampurna 50 nasi bungkus

43. Toko Besi ABC 50 nasi bungkus

44. Bank Syariah Mandiri 50 nasi bungkus

45. Hotel Griya Kencana 50 nasi bungkus

46. Heppy Motor 50 nasi bungkus

47. Gemblegan Motor 50 nasi bungkus

48. Toko Value Utama 50 nasi bungkus

49. Bengkel Tjokro Bersaudara 50 nasi bungkus


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA