logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Sala  
Line

Pesinden ''Panen'' Bonus Pak Petruk

SETELAH sukses tampil Limbukan Gondang dalam Gelar Seni Sukowati, dalang ''tiban'' Bupati H Untung Wiyono kembali membuat kejutan di Batujamus, perbatasan Sragen-Karanganyar. Kali ini ''Pak Petruk'' (peran Bupati ) membawakan Gara-gara dengan mengundang pengusaha kenamaan Yanti Sukamdani dan Tjiandra Wijaya. Yanti Sukamdani dalam acara Gara-gara yang berduet dengan Hj Suparmi, istri Bupati H Untung membawakan lagu "Gethuk". ''Wah agak grogi, nih,'' ledek Sekda Drs H Srimoyo Tamtomo.

Wakil Bupati Agus Fatchur Rahman, Ketua DPRD H Slamet Basuki, Dandim Letkol Inf Bambang BK, serta para camat dan pejabat Pemkab masih setia mengikuti pentas dalang ''tiban'' hingga goro-goro usai, Minggu pukul 02.00. Camat Karangmalang, Budiono S.Sos, yang dijuluki gareng pun sempat didaulat ''Petruk'' menuju pentas. ''Nyuwun gendhing napa Petruk?,'' tanya Budiono. ''Lho wani nyeluk aku Petruk ya?,'' jawab Petruk yang tak lain Bupati H Untung.

''Ya, mumpung di panggung Pak, kalau di luar panggung saya tidak berani,'' ledek Budiono. Lalu Budiono didampingi Camat Sambungmacan, Bambang ''Hallo'', membawakan "Dandanggula Macapat".

Pentas itu juga menghadirkan dalang wanita Tutik Cempluk, Nyi Suharni Sabdowati, dan Gowor. Ada pula sederet pesinden Sulani, Jangkung, Bebek, Srimomo, Lastri, dan pelawak Kamirun serta dua orang penyanyi campursari Mulyani dan Hartati.

Goro-goro makin gayeng, tatkala ''Pak Petruk'' memberi cangkriman (tebakan) berhadiah uang. ''Apa bedane sayak karo montor mabur?'' Tebakan itu pun dijawab penonton, kalau montor mabur (pesawat) makin tinggi makin tidak kelihatan. Sebaiknya, kalau sayak ,makin ditinggikan makin....,'' Suasana ger-geran pun pecah.

Dandim Letkol Bambang BK juga menjawab cangkriman, apa bedanya manusia dan cacing.

Untuk Pesinden

Tebakan itu pun dijawab, ''Manusia bisa cacingan, sebaliknya cacing tidak bisa kemanungsan (dimasuki manusia).'' Karena jawaban itu benar, Dandim mendapat Rp 1 juta. Namun sayang, "Pak Petruk" memprovokatori agar uang hasil tebakan itu dibagikan kepada pesinden. Lima pesinden pun tersenyum-senyum karena panen bonus dari Pak Dandim. Bahkan "Pak Petruk" masih memberi tambahan honor nyinden.

Wakil Bupati, Agus, membawakan puisi ''Alas Lati'' yang bermakna, sebelum Pemilu 2004 digelar, banyak orang mengumbar suara. Misi wayangan itu tidak sekadar menghibur, namun juga sosialisasi Pemilu 2004.

Pak Petruk menyerukan, menghadapi Pemilu 2004, warga Sragen diminta rukun, damai, dan tidak tawuran. ''Panwas Pemilu dan KPU jangan mban cinde mban siladan (membeda-bedakan),'' pesan Pak Petruk. (Anindito AN-34n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA