logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Sala  
Line

Berkait Flu Burung

Tak Semua Peternak Dapat Kompensasi

KLATEN-Peternak ayam korban serangan virus Avian Influenza (AI) atau flu burung akan mendapatkan kompensasi dari pemerintah. Namun tak semua peternak bisa mendapatkan kompensasi, hanya yang mengalami musibah serangan virus AI antara 29 Januari 2004 sampai 29 Juli 2004.

''Sesuai dengan pernyataan Menteri Pertanian dan Sosial, peternak ayam akan mendapatkan kompensasi dari pemerintah. Bentuk kompensasi bukan uang dan tidak untuk semua peternak, hanya yang kena musibah mulai 29 Januari sampai 29 Juli 2004,'' kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten, Ir H Parwadi MS didampingi Kasi Kahumasan Pemkab Klaten, Ngadimin, Senin kemarin.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi penanggulangan penyakit unggas menular yang dilaksanakan di kantor Dinas Peternakan Provinsi Jateng, kompensasi ayam petelur yang akan diberikan berupa DOC (ayam berumur sehari-Red) ditambah pakan dua bulan.

Kompensasi ayam pedaging yang mati akibat serangan virus AI, pemerintah akan memberikan DOC dan pakan sebulan dengan nilai uang antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Dia menjelaskan, untuk burung puyuh dan itik belum ada ketentuan kompensasi.

Namun ada syarat untuk mendapatkan kompensasi, pertama ayam dinyatakan positif terkena virus flu burung oleh dokter hewan kabupaten. Selain itu ayam tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur dengan disaksikan pamong desa atau kades, camat, aparat kepolisian, dan Dinas atau instansi peternakan.

Berita Acara

Setelah itu, peternak harus membuat berita acara pemusnahan sesuai dengan ketentuan dan segera mengajukan permohonan dengan diketahui dinas terkait. Berita acara dikirim ke Dirjen Peternakan Departemen Pertanian Pusat dengan tembusan Dinas Peternakan Provinsi Jateng.

''Peternak yang ayamnya terkena serangan virus AI sebelum 29 Januari 2004 dan segera melaporkan, mendapatkan prioritas pinjaman kredit ketahanan pangan (KKP),'' ujar Ngadimin.

Dia menjelaskan, Dipertan sudah melaporkan hasil rakor itu kepada Bupati Klaten.

Parwadi menuturkan, Dinas Peternakan Provinsi Jateng telah memesan vaksin AI 20 juta dosis untuk seluruh wilayah Jateng.

Dengan harapan, kota atau kabupaten yang terkena virus AI segera mengusulkan kebutuhan atau populasi yang ada. Wilayah kabupaten atau kecamatan yang bebas serangan virus AI tidak akan divaksinasi.

''Wilayah yang aman agar segera meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga sanitasi, penambahan vitamin, dan memberikan makanan berkualitas. Juga pekerja di peternakan harus memperhatikan sarana kerja. Untuk pengamanan diri dari penularan, pekerja harus memakai masker, sarung tangan, topi, dan sepatu boot,'' ujarnya.

Selain itu, peternak diminta segera membentuk tim penanggulangan wabah penyakit flu burung baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Dia mengakui serangan flu burung merupakan bencana darurat yang harus segera ditanggulangi karena bisa berpengaruh terhadap kesehatan, perekonomian, sosial, dan politik.

Dia mengatakan, virus AI menular lewat udara atau kontak langsung, bukan melalui makanan (makan daging atau telur). Virus AI dalam daging mati pada suhu 80 derajat celsius dengan pemanasan satu menit.

Dalam telur, virus mati pada suhu 64 derajat celsius dengan pemanasan 4,5 menit. Dengan demikian, bila direbus sampai mendidih dua menit, virus AI dalam daging dan telur akan mati.

Virus AI yang menulari manusia adalah Virus AI tipe A, subtipe H5N1. Saat ini belum ada kasus flu burung pada manusia ditemukan di Indonesia. Gejala serangan flu burung pada manusia seperti flu biasa, yakni demam, batuk, pilek, sakit sendi-sendi, dan serangan sesak nafas yang berat.

Jadi bila ada flu yang disertai dengan sesak nafas yang berat segera bawa ke rumah sakit.

Gejala flu burung pada unggas adalah nafsu makan menurun, bersin, pembengkakan pada kepala dan kaki, jengger membiru, dada biru kemerahan, diare, kotoran hijau putih, telur lembek, dan produksi telur menurun.(F5-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA