
| Selasa, 10 Februari 2004 | Sala |
TerasCiptakan Kerukunan Menjelang PemiluKONFLIK antarpendukung partai menjelang atau saat memasuki kampanye sangat mungkin terjadi, bahkan tidak menutup kemungkinan berakhir dengan adu fisik. Terjadinya konflik biasanya dari masalah sepele, misalnya soal kaus atau pemasangan bendera. Agar tidak terjadi benturan fisik atau konflik umumnya dilakukan pertemuan antarparpol, elemen masyarakat, dan tokoh agama. Seperti masyarakat di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, yang tak mau ketinggalan melakukan pertemuan yang menurut rencana berlangsung 11 Februari. Berikut petikan wawancara dengan penggagas pertemuan, Yono SH. Apa maksud Anda menggelar pertemuan antartokoh masyarakat dan elemen masyarakat? Yang pasti tujuan utama untuk menyatukan semua elemen masyarakat. Menyatukan yang dimaksud adalah menciptakan kerukunan dan ketenangan menjelang pemilu. Melalui pertemuan diharapkan mereka saling akrab, sehingga tidak ada pertentangan meski berbeda aspirasi. Siapa saja yang diundang? Para tokoh agama, calon legislatif, organisasi keamaaan, para pimpinan partai, dan elemen masyarakat lain. Kira-kira 500 orang. Apakah selama ini terjadi gesekan atau benturan di antara mereka? Menjelang kampanye atau pemilu suasana di Kecamatan Simo relatif kondusif. Belum ditemukan gesekan atau benturan yang mengarah adu fisik. Meski demikian, tidak ada salahnya kami mempertemukan mereka agar lebih akrab. Selain itu di antara mereka mungkin belum mengenal, bahkan sebagian masyarakat juga belum mengetahui siapa calon legislatif dari Kecamatan Simo. Apakah pertemuan itu khusus dirancang untuk menyatukan mereka? Boleh dikatakan begitu, tetapi sekaligus saya gunakan untuk meresmikan usaha saya yang diberi nama ''Mayasari Grup''. Lebih penting dalam pertemuan itu untuk menciptakan suasana harmonis dan terkendali menghadapi pemilu. Mengapa Anda yang ditunjuk? Saya bukan ditunjuk, tetapi saya yang mempunyai ide. Sebagian orang mungkin bisa menerima, karena selama ini saya tidak memihak kelompok apa pun. Saya berada di pihak yang netral, sehingga tidak mempunyai kepentingan terhadap partai politik mana pun. Anda pernah diajak partai untuk mencalonkan menjadi anggota DPRD? Permintaan banyak, tetapi saya tolak. Lebih baik menekuni usaha dan tidak berpihak kepada partai apa pun.(Suti Harjoyo-42s) |