
| Selasa, 10 Februari 2004 | Sala |
Bocah Itu Belum SadarDUKA mendalam tentu dirasakan Mulyadi (40) warga Bangunasri, Kateguhan Tawangsari, Sukoharjo. Lelaki yang bekerja sebagai buruh itu bukan hanya kehilangan sang istri tercinta, Ny Surati (45) yang tewas dibunuh Jumadi, tetapi anak ketiganya Fajar Anggoro (8) juga turut menjadi korban. Kini, Fajar dalam kondisi kritis. Bocah yang masih duduk di kelas II SD Kateguhan Negeri I Tawangsari itu belum sadarkan diri hingga kemarin. Dia masih tergolek di ruang ICU RS Kustati, Pasar Kliwon, Solo. Anak ketiga pasangan almarhumah Ny Surati-Mulyadi itu mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan pipi sebelah kiri. Bocah yang dipukuli dengan alu oleh Jumadi itu, sesekali bergerak dan berteriak minta tolong. Bocah tidak berdosa yang masih selamat dalam kasus pembunuhan tersebut ditunggui Sarono (42), kakak ipar korban yang tinggal di Kwaron, Tawangsari. Sarono menjelaskan, musibah yang dialami keluarga Mulyadi tidak dikira sebelumnya.
"Tak ada firasat apa pun dalam musibah itu," papar dia didampingi istrinya. Dia mengaku tidak habis pikir, tersangka yang sudah lama dikenal di kampung Bangunasri, Kateguhan, Tawangsari, Sukoharjo, begitu tega menghabisi nyawa adik iparnya yang tertidur pulas bersama anaknya. Sebelum peristiwa itu, ditengarai Mulyadi yang semula menegur tersangka ketika sedang mabuk, berbuntut kematian Surati. "Hal itulah yang kami sesalkan. Teganya dia (Jumadi-Red) yang telah kami kenal sejak lama melakukan tindakan sesadis itu," ujar Sarono. Saat kejadian nahas itu, lanjut Sarono, Mulyadi yang berada di luar rumah untuk menyalakan lampu mendengar teriakan istrinya yang minta tolong. "Namun setelah masuk rumah melewati pintu belakang, kondisi istrinya telah berlumuran darah dan sudah tidak bernyawa," papar Sarono. Mengetahui anaknya juga menjadi korban, lanjutnya, Mulyadi membawanya ke dokter praktik di kampung itu. Karena tidak mampu mengobati, Fajar Anggoro kemudian dilarikan ke puskesmas. "Karena pihak puskesmas tidak bisa menangani, Fajar kemudian dilarikan ke RS Kustati." Dalam suasana kalut, kata Sarono, Mulyadi sudah tidak sadarkan diri sewaktu mengantarkan anaknya ke puskesmas. Apalagi mengingat nyawa istrinya yang tidak dapat diselamatkan. Hingga sore kemarin, Fajar masih dirawat di ruang ICU RS Kustati. "Sejak dia dibawa ke sini (RS Kustati-Red), saya yang menunggui," jelas Sarono. Sarono yang mewakili keluarga korban, meminta polisi agar memproses tersangka hingga ke pengadilan. "Kalau bisa, pelaku yang sempat mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Tawangsari itu dihukum seberat-beratnya," tandasnya. Menurut penuturannya, Fajar dalam waktu dekat akan dioperasi di bagian kepala. "Namun itu menunggu perkembangan kondisi Fajar yang sampai sekarang belum sadarkan diri."(G11-86s) |