logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Sala  
Line

Diharapkan Benar-benar "Temanja"

MANGKUNEGARAN - Kalangan kerabat ageng Pura Mangkunegaran menyatakan revitalisasi terhadap bangunan bersejarah itu, diharap benar-benar temanja (bermanfaat-Red). Dengan pengawasan kalangan kerabat dan kesungguhan para pelaksana, upaya renovasi dan pelestarian pura itu tidak muspra (sia-sia-Red).

"Kami senang mendengar kabar ini. Saya yakin kerabat ageng Mangkunegaran lainnya juga demikian. Tentunya, semua kerabat bisa nyengkuyung atau ambil bagian. Setidaknya ikut mengawasi agar dananya bisa temanja, ora muspra," harap KRMH Soedihardjo, salah seorang anggota paranpara (penasihat-Red) KGPAA Mangkunagoro IX, kemarin.

Apabila pura mendapat bantuan dana untuk rehabilitasi, pihaknya memandang itu sudah wajar. Bahkan nilainya dianggap masih jauh dari harapan. Karena itu, kerabat ageng tidak begitu intensif ikut ambil bagian.

Kini, lanjut pengajar di Fakultas Hukum Unisri Solo itu, pura mendapat bantuan senilai Rp 2 miliar dari sejumlah anggaran yang diajukan melalui proposal perencanaan. Jumlah itu dianggap cukup besar sekalipun jauh dari harapan. Mengingat, hampir semua bagian bangunan pura kondisinya rusak dan butuh lebih dari Rp 50 miliar untuk memperbaikinya.

"Ya memang, tidak mungkin semua bangunan harus direvitalisasi sekarang. Dananya dari mana? Depkimpraswil juga terbatas. Padahal, banyak yang mendesak untuk direnovasi, misalnya Ndalem Ageng dan Bale Peni," tunjuk pengacara senior Solo itu.

Meski demikian, dana yang dikabarkan disetujui Rp 2 miliar itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan betul-betul kelihatan tanjane (wujud dan manfaatnya-Red). Karena itu, sebaiknya ada tim teknis yang bisa memberi arahan secara teknis, pengawasan intensif dan bentuk-bentuk keterlibatan kerabat lain.

Karena melihat jadwal pencairan dana dari Departemen Kimpraswil tidak lama lagi, kata dia, sebaiknya tim pendamping pelaksanaan revitalisasi disiapkan sejak sekarang. Apabila diperlukan, KRMH Soedihardjo menyediakan diri nyengkuyung, terutama mengawasi pelaksanaan revitalisasi.

"Saya pokoknya menunggu dhawuh. Kalau diperlukan, siap. namun esensinya, perlu tim pengawas dalam pengelolaan dana. Jangan sampai lepas kontrol, nanti bisa muspra," saran dia.

Di tempat terpisah, KGPAA Mangkunagoro IX memandang positif ide pembentukan tim yang mendampingi pelaksanaan revitalisasi. Harapannya, ada kontrol dan pengawasan yang intensif, baik secara teknis, pengelolaan, maupun pemanfaatan dana.

"Tim teknis atau bentuk lain yang tujuannya untuk mendampingi pelaksanaan pekerjaan fisik itu perlu sekali. Saya sedang mencari orang yang tepat," papar Pengageng Pura yang akrab disapa Gusti Mangku itu.(won-86i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA