logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Sala  
Line

Dicari, Cara untuk Selamatkan Museum

  • Terkait Revitalisasi Mangkunegaran

MANGKUNEGARAN- Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunagoro IX selaku Pengageng Pura Mangkunegaran, kini sedang mencari cara aman untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah pengisi museum setempat.

Evakuasi koleksi museum itu harus dilakukan bila pekerjaan fisik revitalisasi ndalem ageng dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Kalau dibiarkan di situ pasti riskan keamanannya. Bisa ketiban (kejatuhan) peralatan atau bahan bangunan dari ndalem ageng. Bisa pula tidak aman dari tangan jahil. Sebab posisinya terbuka saat ada pekerjaan fisik," ujar MNg Budi Sulistyanto, abdi dalem Dinas Urusan Istana Pura, kemarin.

Revitalisasi Pura yang sudah di pelupuk mata (Suara Merdeka, 6/1), sudah direncanakan untuk merenovasi bangunan utama ndalem ageng dan Bale Peni. Dua bangunan itu, disebut KGPAA Mangkunagoro IX sebagai bangunan tertua yang terparah tingkat kerusakannya.

Bangunan ndalem ageng, lanjut MNg Budi, adalah bangunan utama dan pertama karya Pangeran Sambernyawa atau KGPAA Mangkunagoro I, sebelum bangunan yang lain ada.

Bangunan yang disempurnakan dengan menambah konstruksi besi siku pada sambungan, juga penyangga tambahan di antara saka guru di kedua sayapnya semasa KGPAA Mangkunagoro VII, sejak KGPAA Mangkunagoro VIII dimanfaatkan untuk ruang museum dan upacara adat.

"Karena itu ketika revitalisasi akan merenovasi ndalem ageng, Kanjeng Gusti (KGPAA Mangkunagoro IX-Red) memerlukan cara aman untuk menyelamatkan aset koleksi itu. Entah bagaimana bentuknya, kami yakin pasti sudah diantisipasi," tambah dia.

Di tempat terpisah, Pengageng Pura yang akrab disapa Gusti Mangku itu membenarkan, jika renovasi hendak dilakukan, barang-barang koleksi museum perlu dievakuasi.

Belum Ada Keputusan

Meski demikian, barang-barang yang sebagian besar tersimpan di etalase itu belum diputuskan ke mana akan digeser. Sebab masih dicari tempat aman.

Dia menyatakan, dengan hanya menggeser etalase dinilai juga riskan. Sebab tempat itu terbuka sehingga kurang terjamin keamanannya. Terlebih, barang-barang koleksi dan tempat penyimpanannya dalam kondisi sudah tua atau gampang rusak.

"Itu sedang kami pikirkan, bagaimana sebaiknya. Yang jelas saat renovasi ndalem ageng kemungkinan wisatawan yang berkunjung tidak bisa melihat koleksi-koleksi itu. Sebab koleksi itu tidak bisa ditaruh di tempat sembarangan kalau pengamanannya sulit," jelas ayah aktor sinetron GRM Paundrakarna, yang siang kemarin siang tampil di acara "Campur-Campur" yang diasuh Rina Gunawan di TV swasta.

Meski begitu, agar pelayanan wisatawan dan pekerjaan fisik renovasi bisa berjalan bersama, perlu dicari cara lain saat ndalem ageng dibongkar. Di antaranya evakuasi dan penempatannya di deretan bangsal kereta yang berada di depan Pendapa Agung. Syaratnya komponen keamanannya ditingkatkan.(won-42i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA