
| Selasa, 10 Februari 2004 | Sala |
Pembunuhan Sadis Gemparkan Tawangsari
SUKOHARJO- Pembunuhan sadis menggemparkan warga Desa Kateguhan, Tawangsari, Minggu malam lalu. Ny Surati (45) tewas dengan luka parah di kepala, sedangkan anaknya, Fajar (8), kritis karena kepalanya dihantam alu. Tersangka Jumadi (20), dibekuk di rumah familinya, empat jam setelah kejadian tersebut. Polisi terpaksa menembak kaki kanannya, karena tersangka berusaha kabur. Petugas pun menyita sejumlah barang bukti, antara lain alu yang digunakan memukul korban, jaket bernoda darah, sprei, serta sepeda motor Honda C-70 bernopol AD-4151-BC. Tersangka mengaku dendam kepada suami korban, Mulyadi (40), karena ditegur saat minum minuman keras di pekarangan SMP 2 Tawangsari. Dia menjelaskan, sebelum berangkat jagong, dia minum minuman keras di pekarangan sekolah. Saat asyik mabuk, dia ditegur Mulyadi, penjaga sekolah itu. Sembari marah, tersangka meninggalkan tempat. Namun saat itu Jumadi berniat membunuh Mulyadi. Dengan alu yang dia temukan di kandang, dia bersembunyi di belakang rumah korban sembari merokok. Dia mematikan aliran listrik lewat saklar meteran listrik. Saat pintu dibuka, dia pun masuk ke rumah. "Saya tak tahu kalau yang saya pukul itu seorang wanita. Adapun anaknya saya pukul karena berteriak. Daripada ketahuan, saya pukul dia di bagian kepala," kata dia. Sementara itu Mulyadi menuturkan, sekitar pukul 21.00 dia kaget karena lampu mati. Saat itu pintu depan diketuk orang. Saat dicek, ternyata saklar meteran listrik pada posisi "off" sehingga listrik mati. Dia pun bermaksud menyalakan listrik.
Mendadak, istrinya menjerit di kamar tidur. Bapak tiga anak tersebut berlari masuk. Anehnya pintu dikunci dari dalam. Dia lalu ke belakang rumah dan melihat jendela terbuka. Karena curiga dia meniliti kamar. Di kamar didapati istrinya telah meninggal dengan luka di kepala, sedangkan anaknya pingsan karena luka yang sama. Mulyadi pun minta tolong sehingga warga berdatangan ke lokasi kejadian. Beberapa warga melapor ke Mapolsek Tawangsari, sedangkan yang lain membawa korban ke dokter. "Saya heran, kok ada orang tega berbuat ini pada keluarga kami. Padahal kami bukan keluarga mampu," ujar dia lirih, lalu pingsan. Puntung Rokok Setelah mendapat laporan, petugas langsung menyelidiki kejadian tersebut. Semula petugas kesulitan karena tidak ada saksi yang tahu kejadian tersebut. Satu-satunya saksi, Mulyadi, pingsan. Agar tak membuang waktu, sebagian petugas menyisir sekitar rumah. Mereka menemukan puntung rokok yang diduga milik pelaku. Sebagian petugas lain, memblokir jalur keluar yang mungkin digunakan pelaku. Utamanya jalur selatan arah Wonogiri dan Cawas, Klaten. Alasannya, jalur tersebut bisa dipakai pelaku melarikan diri ke Jakarta. "Petugas kami tempatkan di pos Watukelir yang menjadi pemberhentian penumpang ke Jakarta," papar Kapolres Sukoharjo, AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknyo SH MM. Setelah yakin pelaku tak bisa kabur, petugas mengepung rumah tersangka di Dukuh Jetis RT 2 RW 3, Ponowaren. Namun tersangka tidak ada. Menurut penuturan orang tuanya, tersangka pamit jagong ke Solo. Polisi pun melacak. Tersangka yang bersembunyi di rumah buliknya di Krajan, Weru, berhasil dibekuk tanpa perlawanan. Saat ditangkap, dia masih masih mengenakan jaket yang bernoda darah. (G10-86i) |