
| Selasa, 10 Februari 2004 | Olahraga |
Tiga Pekan ke Sumatera, Ditarget Raih 6 angkaJEPARA-Perjuangan berat harus dijalani Persijap pada awal Kompetisi Divisi I PSSI tahun ini. Herry Setiawan dkk akan menjalani empat kali tanding dengan tiga tim Nanggroe Aceh Darussalam dan satu tim Sumatra Utara. Yang tidak kalah berat adalah target yang dipatok manajemen. ''Targetnya, enam poin bisa dibawa pulang,'' kata Manajer H Setiyono, petang kemarin. Itu berarti timnya harus merebut dua kemenangan, atau sekali menang dan tiga kali seri. ''Itu target minimal, seandainya memperoleh lebih, tentu lebih menyenangkan,'' imbuh dia. Manajer yang sukses membawa Persijap Yunior menjadi juara nasional 1998 dan 2002 itu tidak berani menyebutkan siapa lawan yang dianggap dapat ditundukkan di kandangnya. Rombongan yang akan melawat ke belahan utara Pulau Sumatera itu berjumlah 30 orang. Mereka terdiri dari manajer, sekretaris, 22 pemain, 3 pelatih, dan 3 pembantu umum. Rombongan akan berangkat Minggu (15/2) pagi lewat Bandara Ahmad Yani Semarang. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini berada di wilayah barat. Pada partai pertama, anak-anak asuhan Edi Santoso itu akan dijamu PSBL Langsa, Rabu (18/2) pekan depan. Kemudian, tim menghadapi Persiraja Banda Aceh (22/2), PSSB Bireuen (25/2), dan terakhir PSDS Deli Serdang di Binjai (3/3). ''Ada informasi, pertandingan melawan PSSB bakal dimainkan di Banda Aceh,'' ungkap Setiyono. Dari keempat lawan itu, yang sudah dikenal baru Persiraja. Tahun lalu, mereka bertemu dua kali pada babak 8 besar yang digelar secara home and away. Pada tahun 2002, mereka juga bertanding dalam babak 8 besar yang dimainkan di Kediri. Tidak Berlebihan Dia menyatakan target yang ditentukan itu tidak berlebihan. ''Namanya kompetisi, kan wajar kalau ada terget yang harus dikejar. Kalau tidak, ya tidak ada semangat.'' Hasil uji coba terakhir dengan PSIM Yogya, yang berada satu grup, disebutnya bisa dijadikan pijakan bahwa timnya memang sudah siap take off. Dalam uji coba di Jepara akhir Januari lalu, mereka menang 3-0. Pada partai ''ulangan'' di Yogyakarta, Sabtu lalu, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol. Untuk mengindari cedera, dalam partai kedua sengaja diturunkan tim lapis kedua. Jika ada sedikit problem, lanjut dia, Persijap masih kekurangan stok striker. Sudah ada pemain asing yang mencoba melamar, tetapi kurang cocok. Untuk sementara, manajemen tim memutuskan tidak akan menambah pemain asing. Sebab, tiga yang sudah ada, yaitu Esvaldo (belakang), Arilson de Oliveira (tengah), dan Simamo (depan), sudah cukup. ''Kami harapkan tim pelatih cukup dengan pemain-pemain yang ada dulu. Demikian juga para fans. Mereka kami harap dapat memahami keterbatasan manajemen, sehingga tidak menambah pemain asing.'' Alasannya, selain biaya besar, kompetisi sudah akan dimulai sehingga belum tentu para pemain baru bisa langsung dipasang. Sebab, mengurus pemain asing yang baru masuk ke Indonesia merupakan pekerjaan rumit. Kalaupun mengontrak empat pemain asing, toh yang diturunkan maksimal hanya tiga.(kar-22i) |