
| Selasa, 10 Februari 2004 | Olahraga |
Panpel Usahakan Tidak Ada Pembatasan UmurSEMARANG-Panitia Pelaksana (Panpel) Kompetisi Antarklub PSIS akan mengusahakan tidak ada pembatasan umur terhadap para pemain. Sebab, sebagian besar klub-klub anggota tidak setuju pembatasan tersebut. Pelarangan hanya akan dilakukan pada pemain yang sudah pernah membela tim Divisi I atau Divisi Utama PSSI. . ''Secara resmi kami belum memutuskan apakah ada pembatasan umur bagi pemain atau tidak. Namun, dari pembicaraan dengan sebagian besar pengurus klub anggota PSIS, sepertinya mereka tidak setuju dengan pembatasan itu. Jadi, kemungkinan besar tidak ada pembatasan umur,'' kata Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Antarklub PSIS, Yoyok Mardijo. Dia menyatakan, jika pemain yang pernah terjun ke Divisi I dan Divisi Utama PSSI ikut bertanding, tujuan pembinaan kurang bisa tercapai. Pemain-pemain muda akan kurang diberi kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman. Padahal, salah satu tujuan kompetisi adalah meningkatkan pembinaan pemain-pemain muda Semarang. Mental ''Kompetisi antarklub ini bukan arena bagi pemain profesional atau yang pernah bermain di Divisi I dan Divisi Utama PSSI, melainkan untuk pemain amatir. Sebab tujuannya adalah pembinaan. Jadi, mereka tidak boleh ikut bertanding,'' tegas mantan Manajer Tim PSIS itu. Meski tidak ada pembatasan umur, tetapi Yoyok berharap klub-klub lebih banyak memberi kesempatan kepada para pemain mudanya untuk bermain. Pengalaman tersebut akan meningkatkan mental dan kepercayaan mereka sebelum terjun ke sepak bola profesional. ''Pemain muda harus diutamakan agar bisa terpantau oleh PSIS,'' kata dia. (H13-22i) |