
| Selasa, 10 Februari 2004 | Olahraga |
Kerusuhan Warnai Lolosnya Maroko ke SemifinalSFAX- Youssef Hadji dan Jawad Zairi mencetak gol pada perpanjangan waktu ketika Maroko bangkit dari ketertinggalan untuk balik mengalahkan Aljazair 3-1. Abdelmalek Cherrad membawa Aljazair unggul terlebih dulu dengan golnya pada menit ke-84, tetapi Marouane Chamakh memupus impian tim kuda hitam tersebut, ketika memasuki akhir pertandingan dia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hadji kemudian mencetak gol dengan tendangan menyudut yang mematikan, menaklukkan kiper Lounes Gaouaoui pada menit ke-113 dan Zairi lolos dari jebakan off-side untuk melakukan tendangan akurat pada menit terakhir. "Saya pikir kami memang pantas menang," kata bek Maroko Oualid Regragui. "Kami merasa telah tersingkir ketika mereka mencetak gol, tetapi kemudian ketika kami melakukan tendangan membentur gawang lawan, kami merasa Aljazair bisa dikalahkan," tambahnya. Maroko merupakan tim keempat setelah Mali dan Nigeria yang lolos ke semifinal setelah sempat tertinggal lebih dulu. Satu tiket lain diraih mulus oleh tuan rumah Tunisia. Namun, akhir pertandingan tersebut diwarnai kericuhan ketika suporter Aljazair yang marah melepas kursi palstik dan melemparkannya ke lapangan. Sekitar 20.000 suporter Aljazair marah, sehingga bentrok dengan 2.000 petugas keamanan dari polisi dan tentara. Sering Berulah Keributan meledak tak lama setelah Youssef Hadji menjadikan Maroko unggul 2-1 dalam perpanjangan waktu. Sekitar 20.000 pendukung Aljazair di dalam Stadion Taieb-Mhirimulai, Sfax Tunisia mencabuti kursi dan melemparkan ke arah petugas. Polisi anti huru-hara yang bertugas mengamankan para penggemar menggiring mereka dari lapangan. Saat pertandingan hampir berakhir, sebagian besar sudut stadion kosong karena para suporter Aljazair memilih meninggalkan bangku mereka untuk berbaur dengan rekan-rekannya melakukan perusakan. Insiden Senin (9/2) dini hari itu bukan yang pertama melibatkan para suporter Aljazair dalam turnamen. Federasi sepak bola negeri itu didenda 5.000 dolar AS menyusul keributan ketika mereka menang 2-1 atas Mesir di babak penyisihan pekan lalu. Denda itu dijatuhkan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) karena "tindakan tidak sportif" dari beberapa penggemar yang melemparkan berbagai benda ke lapangan serta tribune VIP. Satu orang penonton terluka dalam kejadian tersebut. Para penggemar Aljazair juga mempermalukan negara mereka dua tahun lalu ketika tim mereka bertemu Mesir pada pertandingan kualifikasi penting Piala Dunia di Annaba yang berakhir imbang 1-1. Mesir yang peluang mereka maju ke putaran final tergantung dari kemenangan pada pertandingan tersebut sampai meminta diadakan tanding ulang karena fans Aljazair melemparkan berbagai benda ke lapangan saat memimpin 15 menit menjelang turun minum. Mesir unggul 1-0 pada waktu itu, tapi setelah pertandingan dilanjutkan Aljazair menyamakan skor dan akhirnya Aljazair yang lolos dari tingkat grup. Kerusuhan meledak di jalan-jalan usai pertandingan dengan terjadi pelemparan batu terhadap bis tim Mesir. Mesir juga mengklaim bendera nasional mereka dibakar fans Aljazair. Piala Afrika Hasil Perempat Final Maroko 3 (Chamakh/90, Hadji/113, Zairi/120) - Aljazair 1 (Cherrad/84) Kamerun 1 (Eto'o/42) - Nigeria 2 (Okocha/45, Utaka/73) Tunisia 1 (Mnari/65) - Senegal 0 Mali 2 (Kanoute/45, Diarra/90) - Guinea 1 (Feindounou/15)
Semifinal Rabu, 11 Februari Tunisia vs Nigeria Mali vs Maroko Final Sabtu, 14 Februari (ant,rtr,F3-77) |