logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Olahraga  
Line

Pukul Pusam, Sembungharjo ke 8 Besar

SEMARANG-Gol Purwanto ke gawang Putra Sambirejo (Pusam) pada menit ke-64 membawa PS Anak Sembungharjo maju ke babak 8 besar. Dalam pertandingan lanjutan Piala Dandim di Stadion Citarum itu, PSAS menang 2-1.

Gol pertama Sembungharjo dicetak oleh Romandon pada menit ke-17. Pusam membalas melalui Andy pada menit ke-46. Dalam babak 8 besar, PSAS akan menghadapi pemenang antara SSS lawan Putra Bintoro.

Pertandingan sore itu berjalan seimbang. Kedua kesebelasan yang didominasi pemain muda mampu menampilkan permainan cantik sehingga enak ditonton. Serangan-serangan dilakukan silih berganti di pertahanan lawan. Namun, pada menit ke-17, PSAS unggul dahulu melalui kaki Romandon. Bola yang bergulir di kotak penalti langsung disambar, sehingga menggetarkan jala Wisnu.

Tertinggal 0-1 tidak membuat semangat para pemain Pusam mengendur. Sebaliknya, mereka terus berupaya menyamakan kedudukan.

Serangan gencar pun terus dilakukan. Kerja sama yang rapi terus disusun dari lini tengah. Namun, sesampai di lini depan, finishing touch yang mereka lakukan kurang tajam. Beberapa peluang emas pun terbuang percuma. Hingga turun minum kedudukan tidak berubah.

Langsung Menekan

Begitu babak kedua dimulai, para pemain Pusam langsung menekan pertahanan lawan. Pada menit ke-46, kiper PSAS Junidi membuat blunder. Bola yang berada 1 meter di luar kotak penalti ditangkap.

Wasit pun memberi hadiah tendangan bebas. Kesempatan itu tidak disia-siakan Andi. Tendangan voli yang pelan tapi terarah itu berhasil menggetarkan jala gawang.

Gol tersebut membangkitkan semangat Pusam. Serangan lebih gencar mereka lakukan ke pertahanan lawan. Namun, mereka melupakan pertahanannya. Buktinya, serangan balik yang cepat dari PSAS sering membahayakan gawang.

Melalui serangan balik, Purwanto memperdaya kiper Pusam. Bola yang akan ditangkap Wisnu lebih dulu dicocor Purwanto sehingga menghasilkan gol. Kedudukan 2-1 tidak berubah sampai wasit meniup peluit panjang.

Wasit

Komisi Wasit PSIS Semarang akan memberi sanksi kepada Soetega yang telah mengeluarkan 10 kartu kuning dan 1 kartu merah pada pertandingan antara Garuda melawan POP dalam lanjutan Piala Dandim di Stadion Citarum, Sabtu lalu.

Dia dinilai tidak bisa memimpin pertandingan secara baik. Banyak keputusannya kontroversial. Padahal, Soetega merupakan wasit bersertifikat C2 (Jawa Tengah).

Keputusan pemberian sanksi itu dilakukan setelah ada laporan dari Bidang Pembinaan Korps Wasit PSIS yang memantau pertandingan. Mereka menilai, keputusan-keputusannya terlalu cepat dan mudah. Padahal, pelanggaran-pelanggaran itu tidak perlu diberi kartu kuning atau merah.

''Meski hanya turnamen, tetapi kami tetap memberi sanksi kepada Soetega yang tidak bisa memimpin pertandingan secara baik. Apa yang dilakukannya, jelas telah mencoreng muka Korps Wasit PSIS,'' ungkap Ketua Komisi Wasit Supriyanto.

Pelajaran

Sanksi yang akan diberikan itu bisa berupa skorsing maksimal tiga bulan. Alternatif lainnya adalah tidak diberi tugas dalam beberapa pertandingan.

Hukuman tersebut bertujuan agar dia bisa memperbaiki diri sebelum diterjunkan ke pertandingan yang lebih besar. Selain itu, juga untuk memberi pelajaran kepada wasit-wasit lain agar memimpin pertandingan dengan benar.

''Selama sanksi diberlakukan, Soetega akan kami kembalikan ke Bidang Pembinaan Korps Wasit untuk memperdalam ilmunya,'' ujar dia. ''Peningkatan kualitas wasit harus dimulai dari bawah, yaitu perserikatan. Karena itu, kami pun harus bertindak tegas terhadap wasit yang tidak bisa memimpin pertandingan,'' tegas dia. (H13,C16-22ie)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA