
| Selasa, 10 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Buaya Tinjomoyo Dipindah ke Taman LeleSEMARANG- Dinas Pariwisata Kota Semarang, Senin (9/2) akhirnya memindahkan seekor buaya dari Tinjomoyo ke Taman Lele. Pemindahan buaya yang diberi nama Bagong itu terpaksa dilakukan karena bangunan kandangnya di Tinjomoyo nyaris ambrol. Jika tidak dipindah, dikhawatirkan buaya itu setiap saat bisa lepas dan masuk saluran yang menuju ke Kaligarang. Para pawang berusaha mengikat moncong reptil buas itu. Namun upaya itu berkali-kali gagal karena Bagong selalu menyembunyikan kepalanya di air. Para pawang kemudian memberikan daging sebagai umpan. Saat dia akan mencaplok daging itulah, moncong buaya diikat. Setelah tak bisa bergerak, barulah Bangong dinaikkan ke gerobak. Setelah itu binatang sepanjang hampir 5 meter dan lebar badan lebih kurang setengah meter itu diikat pada sebilah papan. Gerobak itu kemudian didorong melalui Kp Tinjomoyo dan kemudian menyeberangi jembatan gantung. ''Mindah boyo, mindah boyo,'' teriak warga kampung saat melihat prosesi pemindahan itu.
Sesampainya di Kp Tinjomoyo (timur), Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, mahluk itu diangkut menggunakan mobil pick up. ''Patroli jalan tol memang sempat melihat kami lewat. Namun setelah mereka tahu bahwa yang kami angkut ternyata buaya, petugas hanya mengikuti di belakang kendaraan,'' kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Agus Sudarmadji sambil tertawa. Sesampainya di Taman Lele dalam kondisi masih terikat, mahluk itu perlahan-lahan dimasukkan ke dalam kandang berukuran 5 x 6 meter yang sudah dipersiapkan. Lima orang pawang kemudian melepas tali yang mengikat tubuh dan moncong buaya itu. Setelah semua tali terlepas, mereka bergegas keluar dari kandang. Penyayang binatang FX Soetono dengan menggunakan kayu menyodok-nyodok tubuh binatang itu sambil memanggil-manggil namanya. Merasa sudah bebas, binatang itu segera bergerak menghindar. Namun karena matanya buta, kepalanya membentur dinding kandang hingga bergetar. ''Bagong untuk sementara akan tinggal di kandang itu, menunggu pembangunan taman satwa di Mangkang,'' kata Agus. FX Soetono mengaku tidak tahu usia binatang itu. Namun, dia memperkirakan sudah lebih dari 100 tahun. Bagong sebelumnya tinggal di Bonbin Tegalwareng. Pada dekade 80-an, dia ikut diboyong saat bonbin dipidah ke Taman Margaraya Tinjomoyo.(G6-63) |