
| Selasa, 10 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Jalur Weleri-Sukorejo Minim Rambu Lalin
KENDAL- Jalan raya antara Weleri dan Sukorejo di Kabupaten Kendal sangat minim rambu pengatur lalu lintas. Padahal, jalan sepanjang 25 kilometer itu cukup rawan. Selain banyak kelokan dan turunan tajam, di kanan atau kiri jalan juga terdapat jurang yang curam dan dalam. Di sejumlah titik di jalan kelas III-B itu juga terdapat tikungan ''cilukba'' atau tikungan yang terhalang bukit terjal. Kondisi medan tersebut cukup menimbulkan kerawanan bagi para pengguna jalan, khususnya yang belum terbiasa melintas di jalan tersebut. Terlepas dari faktor human error, dalam beberapa bulan terakhir paling tidak di jalur tersebut telah terjadi dua kali kecelakaan fatal yang memakan korban jiwa ataupun luka berat. Dua kecelakaan yang terjadi di tikungan ''irung petruk'' sebelah selatan jembatan Kali Cebak Dukuh Dadapayam Kecamatan Pageruyung dialami minibus Kembar Putri dan truk ban dobel Prima Utama G-9293-DC yang mengangkut 22 pencari rumput, bisa menjadi contoh. Di sisi lain, jalan yang bisa menghubungkan daerah Kendal dengan sejumlah wilayah kabupaten lain, seperti Temanggung dan Wonosobo, itu setiap hari tidak hanya dilalui mobil-mobil pribadi ataupun puluhan kendaraan angkutan penumpang jenis minibus, tetapi juga bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antarprovinsi (AKAP). Dari pantauan di lapangan, di sepanjang jalan dari Weleri hingga pertigaan Depok Kecamatan Pageruyung, hanya terdapat lebih kurang 10 rambu lalu lintas. Dari jumlah itu, tiga di antaranya berupa petunjuk keberadaan jembatan. Adapun delapan lainnya berupa rambu tanjakan (1) dan turunan (1), rambu penyeberangan jalan (2), dan jalan berkelok (3). Sebagian besar rambu itu berkumpul di wilayah Dukuh Dadapayam, Pageruyung, tepatnya di jalan sebelah utara jembatan Kali Cebak. Selebihnya berada di Km 24 Kendal-Sukorejo dan pertigaan Depok. Rambu Dicuri PLH Kantor Dinas Perhubungan Pemkab Prihadi Santoso ketika dimintai tanggapan berkait dengan hal itu mengatakan, rambu lalu lintas di jalur Sukorejo-Weleri semula sudah dipasang oleh Pemprov dan Pemkab. Hanya, sejak beberapa bulan terakhir hilang akibat dicuri. ''Di sepanjang jalan tersebut, khususnya di titik-titik rawan, sebelumnya telah terpasang rambu lalu lintas. Namun, telah dicuri orang tak bertanggung jawab. Rambu terbuat dari pelat aluminium itu berharga jual relatif tinggi. Pencuri juga mencabut bersama pipa penyangganya,'' papar Prihadi. Menyikapi hal itu, dia menilai kesadaran sebagian masyarakat masih rendah guna merawat dan menjaga fasilitas umum. ''Kami memperoleh informasi, pencuri rambu melakukan aksinya dengan menyamar sebagai petugas Dishub. Masyarakat yang tahu hal ini otomatis tidak berani memperingatkan.'' Pihaknya akan melakukan pengadaan ulang rambu yang hilang. ''Jalan dan pengadaan rambu merupakan tanggung jawab Pemprov dan Pemkab. Namun , pihaknya tak bisa lepas tangan.'' (G15-73) |