
| Selasa, 10 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Empat Caleg PPP yang Mundur Dinilai Tak Loyal
SALATIGA - Empat dari lima calon anggota lembaga legislatif (caleg) yang mengundurkan diri dalam proses pengajuan caleg dinilai Sekretaris DPC PPP Budi Hartono sebagai kader yang tak loyal kepada parpol. Pasalnya, pada penetapan caleg di tingkat partai mereka menyatakan setuju dengan urutan yang ditetapkan KPU Salatiga. ''Silakan mundur. Kader yang siap menggantikan urutan mereka pun masih banyak. Mereka kader yang tak loyal kepada partai,'' tandas Budi Hartono, menjawab Suara Merdeka, Senin (9/2) di Kantor DPRD Salatiga. Dia menyatakan hal itu menanggapi mundurnya lima caleg dari PPP. Mereka yaitu Rohaniyah SE yang menduduki nomor urut lima dari daerah pemilihan (DP) Tingkir. Kemudian, Dra Praptiningsih MSi (2, DP Sidomukti), Siswanto (2, DP Sidorejo), Hartini (4, DP Argomulyo), dan Ikhwan (2, DP Argomulyo). Mereka mundur lantaran tak puas dengan penetapan caleg oleh DPC. Namun, kata Budi Hartono, Rohaniyah beberapa saat kemudian mencabut kembali surat pengunduran dirinya. Dengan demikian, dia dinyatakan tak jadi mengundurkan diri. ''Empat caleg yang lain tetap mundur. Surat persetujuan pengunduran diri mereka untuk KPU masih saya bawa,'' ujar Budi. Mereka mundur diduga ada pihak yang ngompori dengan mempermasalahkan urutan caleg. Padahal, di tingkat partai, mereka sebenarnya sudah menyatakan setuju dengan urutan masing-masing. Karena itu, bila posisi mereka bisa diganti maka hanya ada dua alternatif. Mereka yang menempati urutan di bawahnya bisa dinaikkan atau dicarikan kader lain. Tentu hal itu bergantung pada hasil rapat para caleg. ''Kami akan segera mengadakan rapat.'' Hanya, kata anggota KPU Salatiga M Fauzi SAg MAg, surat pengunduran diri mereka tak akan digubris. Alasannya, semua daftar caleg tetap sudah diserahkah ke KPU Jateng dan KPU Pusat, sehingga tak ada lagi alasan untuk pengunduran diri.(A2-45e) |