logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Polres Semarang Kekurangan 250 Personel

UNGARAN- Untuk pengamanan pemilihan umum (pemilu) tahun 2004 April nanti, hingga kini Polres Semarang masih kekurangan sekitar 250 personel. Sebab, pengamanan 2.653 TPS membutuhkan sekitar 650 personel. Padahal, kini baru ada 611 personel.

''Dari personel sejumlah itu pun paling tidak dua pertiga kekuatan kami turunkan untuk pengamanan. Untuk mengatasi kekurangan sekitar 250 personel, saya akan minta bantuan Polwiltabes dan Polda Jateng,'' kata Kapolres Semarang AKBP Drs Agus Sukamto MSi, seusai rapat koordinasi pemilu dengan KPUD Kabupaten Semarang, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas Pemilu), serta Kantor Perlindungan Masyarakat, Senin (9/2), di Mapolres.

Hadir Ketua KPUD Kabupaten Semarang Ir Budy Prasetya, Kepala kantor Perlindungan Masyarakat Yosep Bambang Tri, Wakil Ketua Panwas Pemilu Sugeng Ariatmaja, Wakapolres Komisaris Polisi Dwi Wahyono, dan para kapolsek.

Kapolres menyatakan dalam pengamanan juga akan melibatkan jajaran Kantor Perlindungan Masyarakat dan KPU. Jadi Polres hanya mendukung pengamanan kegiatan lima tahunan itu. ''Setiap dua personel kami perintahkan menjaga empat TPS,'' kata dia.

Dia mengemukakan dalam waktu dekat ini akan mengadakan pelatihan pengamanan pemilu bagi anggota pengendali massa. Dia berharap mereka mengetahui standar pengamanan pemilu. ''Kami juga akan berkoordinasi dengan KPU dan Perlindungan Masyarakat untuk menyelenggarakan simulasi pencoblosan,'' ujar dia.

Anggaran

Dalam rapat itu disinggung soal anggaran pengamanan pemilu. Ketua KPUD Ir Budi Prasetya KPU bingung, sebab tak ada anggaran pengamanan dalam KPUD, tetapi sudah dialokasi dalam APBN. ''Karena itu dalam pengajuan ke Bupati, saya tidak memasukkan anggaran pengamanan,'' katanya.

Pengakuan serupa dilontarkan Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat Yoseb Bambang Tri. Dia menyatakan seusai dengan ketentuan, pengamanan langsung ditangani Markas Besar Polri. Jadi pihaknya tak mengalokasikan anggaran tersebut.''Namun saya berprinsip ada atau tidak ada dana, pemilu tetap harus berlangsung sesuai dengan tahapan yang ada. Pokoknya piye carane pemilu tidak boleh terhambat,'' katanya.

Dia menyatakan soal anggaran bisa dibicarakan kembali. ''Bagi saya, yang penting bagaimana pemilu berlangsung sesuai dengan tahapan yang ada. Soal dana nanti mungkin Linmas bisa membicarakan dengan Bupati,'' katanya.(D14-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA