
| Selasa, 10 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Transaksi di Pasar Imlek Semawis Untung, tapi Tak TercatatSEMARANG- Besarnya transaksi selama penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis Cia Gwee 2555, 19-21 Januari lalu di Jl Wotgandul Timur (Cap Kao King) tak tercatat. Namun diyakini, para peserta meraup banyak keuntungan dari event yang kali pertama digelar di Semarang tersebut. Ketua Panitia Harjanto Halim menyatakan, kegiatan tersebut banyak diminati para pedagang dan masyarakat umum. ''Kami memang tidak sempat mencatat berapa besarnya transaksi dari kegiatan itu. Tapi kami yakin para pedagang atau yang membuka jasa di event tersebut diuntungkan,'' ujar dia, di sela-sela pembubaran Panitia Pasar Imlek Semawis Cia Gwee 2555, di Gedung Pertemuan Rasa Dharma Gang Pinggir, Minggu (8/2) malam. Acara yang digelar sederhana itu dihadiri para panitia antara lain Djohan Firmansyah, Benita Eka Arijani, dan R Soenarto, serta pejabat Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah. Hidangan yang disediakan bagi tamu undangan pun sangat khas, yakni Lontong Capgome. Secara simbolis, panitia dibubarkan oleh Wakil Ketua Djohan Firmansyah. Harjanto Halim mengatakan, antusiasme warga mengunjungi Pasar Imlek Semawis Cia Gwee 2555 cukup tinggi, bahkan sampai berdesak-desakan. Pedagang makanan juga merasa mendapat kesempatan untuk menaikkan harga dari biasanya, sehingga meraih untung lebih. Sementara itu, Seksi Publikasi Panitia R Soenarto melaporkan peserta pameran selain dari luar Pecinan yang berjumlah 25 pedagang, juga diikuti oleh 33 PKL yang biasa berjualan di kawasan tersebut. Adapun untuk stan makanan terdiri dari dua kelompok, yakni tempo dulu (bakpao, jolobio, ganjelril, serabi, kue kranjang, onde-onde, sate babi, kue moci, wedang tahu, wedang ronde, dan lain-lain) dan umum (lapis legit, tahu Sumedang, sate sapi, soto ayam, gudeg, mi jowo, soto ayam, dan lain-lain). Selain itu, kata dia, ada stan obat-obatan dan jamu yang terdiri dari Jamu Sido Muncul dan Minyak Angin Dragon. Untuk pernak-pernik oriental dan Imlek antara lain ada manisan, kalender, permen coklat, lampion, dupa, keramik Tiongkok, guci, piring, hiasan rumah, tas, alat musik, piring melamin, mainan anak, dan baju. Ada juga stan pengobatan alternatif yang terdiri dari prana, bio chi, tusuk jarum, pijat refleksi, matras batu giok, dan sin she. Sementara stand seni dan budaya antara lain lukisan orientalis, batik Lasem, kaligrafi Tiongkok, Khua Mia, catur Tiongkok, penampilan 22 Cengge (tokoh dewa-dewi dalam legenda). (G7-73) |