
| Selasa, 10 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Tolak DOP, Mahasiswa ''Segel'' Kantor RektoratSEMARANG- Tidak kurang dari 300 mahasiswa IAIN Walisongo, Senin (9/2), demonstrasi. Mereka menolak kebijakan senat institut itu yang menarik dana operasional pendidikan (DOP) Rp 200/mahasiswa. Dalam aksi itu mereka ''menyegel'' kantor kemahasiswaan, kantor rektorat, dan tempat registrasi. Aksi mulai pukul 09.00 di depan kantor rektorat di kampus I Jrakah itu semula hanya berupa orasi bergantian sejumlah mahasiswa. Namun dua jam kemudian mereka ditemui Kepala Biro Administrasi Umum dan Akademik Kemahasiswaan (AUAK) Drs H Satrian Abdurrahman. Satrian menyatakan senat akan mengadakan rapat untuk membahas tuntutan mahasiswa, Selasa (10/2). Karena itu dia meminta mahasiswa menunggu hasil rapat tersebut besok (hari ini-Red). Mahasiswa menilai jawaban itu tak memuaskan. Mereka membakar ban dan melanjutkan orasi. Orasi disampaikan semua presiden mahasiswa dari empat fakultas, termasuk Presiden Mahasiswa IAIN Walisongo. Mahasiswa juga ''menyegel'' kantor rektorat dengan spanduk bertuliskan ''Kami Menolak Penarikan Dana DOP''. Pintu masuk kantor kemahasiswaan juga mereka segel dengan spanduk bertuliskan protes. Adapun penyegelan tempat registrasi sejak Kamis lalu belum berubah. Koordinator aksi Ahmad Syaifuddin menyeru mahasiswa tidak membayar registrasi sebelum DOP dibatalkan. Sebab, penarikan biaya itu hanya membebani mahasiswa. Padahal, sebagian besar mahasiswa IAIN tergolong kelas menengah ke bawah. ''Kami menunggu pemimpin perguruan tinggi ini bersikap bijak, tidak menarik biaya yang memberatkan mahasiswa dan keluarganya,'' kata dia, disambut yel-yel oleh mahasiswa. Selain berorasi dia mengimbau mahasiswa membubuhkan tanda tangan di atas kertas yang disediakan. Mereka mengumpulkan 255 helai kartu registrasi. Itu sebagai wujud protes. Kartu itu mereka kembalikan jika ada kebijakan baru rektorat. Mereka berencana menggelar aksi serupa sambil menunggu hasil rapat senat institut hari ini. (H1-73g) |