logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bulan Besar Berkah bagi Sutrisno

BULAN besar dalam kalender Jawa biasanya menjadi bulan keberuntungan bagi Sutrisno (60), pedagang perlengkapan upacara adat di Pasar Peterongan Semarang. Pada bulan tersebut dagangannya berupa pohon pisang yang telah berbuah, batang pisang dan janur, laris manis bak kacang goreng.

Pria asal Delanggu Klaten ini sejak 1972 berjualan di tempat itu, sehingga tidak mengherankan bila masyarakat hafal dengan lokasi jualannya yang berada di pinggir jalan, yakni dekat perberhentian bus dan angkutan kota. Dia dibantu istri dan anaknya. Walaupun usaha dagang itu tergolong kecil, tapi menurut dia bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Agar pembeli tidak kecewa, Sutrino mempersilakan mereka memilih sendiri barang-barang yang dibutuhkan. Dia selalu berharap pembeli memesan barang yang mereka inginkan beberapa hari sebelumnya.

Pada tiga hari terakhir ini dia mendapat order lebih dari 30 pohon pisang yang berbuah dari beberapa keluarga dan pengusaha dekorasi di Kota Semarang, Demak, Kudus, dan Pati. Ratusan batang janur, batang pisang untuk dekorasi, dan kelapa gading habis terjual dalam beberapa hari ini.

Satu Set

Sutrisno juga menyediakan satu set perlengkapan berupa sepasang pohon pisang (tarub), bleketepe, cengkir gading, dedaunan yang terdiri atas daun beringin, alang-alang, opo-opo, dan kluwih. Perlengkapan upacara pernikahan tradisional tersebut dijual Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

''Harga perlengkapan tersebut bergantung pada besar dan kecilnya pesanan. Jika berdasarkan pesanan, biasanya ada negosiasi harga sesuai dengan perlengkapan yang diinginkan,'' katanya sambil menata barang dagangannya.

Khusus pohon pisang, biasanya pemesan menginginkan buahnya sudah terlihat kuning masak. Karena itu, Sutrisno sengaja menutupi buahnya dengan plastik agar buah segera masak. Perlengkapan upacara yang terdiri atas pohon pisang, dedaunan, dan kelapa gading didatangkan dari daerah sekitar Semarang. Adapun bambu dan janur sebagian didatangkan dari Cilacap dan Batang.

Selain menjual barang kebutuhan upacara penikahan, dia juga menerima pesanan mendekorasi ruang pernikahan, termasuk merangkai janur dan bunga. Namun, pesanan itu tidak dia kerjakan sendiri, tapi oleh rekannya yang telah dipercaya.

Pemasok barang-barang yang dijual Sutrisno pada umumnya sudah mengenal dia puluhan tahun. Bahkan beberapa di antara mereka siap menyediakan barang keperluan upacara pernikahan itu berapa pun. ''Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan barang yang dibutuhkan. Namun, sebaiknya pesanlah dulu jauh-jauh hari,'' ujar dia. (Surya Yuli P-63e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA