logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Tak Rela Kaumnya Diperlakukan Kasar

POLWAN bernama lengkap AKBP Sri Indra S ini tak rela polisi wanita dibedakan dari polisi pria. Sebab, pada prinsipnya semua polisi, baik pria maupun wanita, tak berbeda. Semua telah menempuh pendidikan yang sama sesuai dengan jenjang masing-masing.

Dia menyatakan wanita masih dianggap makhluk lemah yang tak bisa melakukan apa yang dilakukan pria. Padahal, banyak wanita, khususnya polwan, mampu menyamai kedudukan polisi pria umumnya.

Dalam kasus tertentu, seperti penangkapan pelacur, dia tak rela kaumnya ditangkap atau diperlakukan kasar oleh polisi pria. ''Secara pribadi saya tak rela pelacur diperlakukan seperti itu. Nah, di sinilah peran polwan sebagai aparat penegak hukum dapat menghargai hak mereka,'' tutur dia.

Sri, yang telah bertugas menjadi polwan sejak 16 tahun lalu, sekarang menjabat Kepala Bagian Pembinaan Ketertiban dan Penyuluhan (Bintibluh) Pembinaan dan Kemitraan (Bina Mitra, dulu Binmas) Polda Jateng. Ibu dua orang putra ini sudah bertugas di Jateng sekitar enam tahun. Sebelumnya dia bertugas di Polda Jabar.

Saat ini, kata dia, polwan di Jateng baru sekitar 925 orang atau sekitar 3% dari total anggota Polri. Itu masih kurang jika dibandingan dengan jumlah penduduk yang lebih banyak wanita.

Sri mengharapkan orang tua tidak menjadikan polisi sebagai sosok yang menakutkan bagi anak-anak. Misalnya, dalam kalimat, ''Jangan nakal ya, nanti ditangkap polisi''. Sebab, kalimat itu bisa membuat anak antipolisi hingga dewasa.(H2-63g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA