logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Gombel Jangan Sampai Jadi Hutan Tower

  • Agar Mengacu Tata Ruang

BALAI KOTA- Pendirian tower untuk antena telekomunikasi harus mengacu pada tata ruang. Jangan sampai wilayah-wilayah tertentu seperti Gombel kemudian menjadi ''hutan'' tower.

Pendapat itu disampaikan Kasubid Pengembangan Kawasan Bappeda Kota Semarang M Farkhan, Senin (9/2), pada saat pembahasan RDTRK di DPRD Kota Semarang dengan mengundang PT Telkom. Saat ini di Gombel telah berdiri banyak tower. Sebagian antena itu digunakan untuk keperluan telekomunikasi.

Pada kesempatan itu disinggung pula masalah perawatan dan pemasangan jaringan telepon. Selama ini Telkom berkesan berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan Pemkot. Salah satu bentuknya adalah soal penggalian kabel di tepi jalan umum. Masyarakat sering mempertanyakan hal itu, karena setelah pemasangan kabel lubang hanya diuruk dan tak dilakukan pengaspalan lagi.

Sementara itu, Kasi Penataan Bangunan dan Kawasan Dinas Tata Kota dan Permukiman Ir Gunawan Wicaksono mengatakan, tata ruang memang belum mengakomodasi pendirian tower-tower tersebut. Menurut dia, kemunculan banyak antena di Kota Semarang antara lain akibat banyak penyedia jasa operator telepon tanpa kabel.

Karena itu, lanjut dia, perlu ada pembatasan penyedia jasa. Kalau bisa jumlahnya jangan sampai lebih dari tiga buah.

Terkait soal perizinan dia mengingatkan, dalam pembangunan antena harus meminta persetujuan dari warga sekitarnya. Radiusnya, disesuaikan dengan ketinggian tower. Persetujuan warga itu terkait risiko jika sewaktu-waktu tower itu ambruk.

Supervisor and Cab Plan Telkom Semarang Sri Purwanto mengatakan, PT Telkom memang masih menggunakan jaringan kabel-kabel yang ditanam di banyak tempat. Jaringan itu rencananya akan dimodernisasi dan diganti kabel serat optik.

Telkom juga memiliki beberapa tower antena di Kota Semarang. Beberapa di antaranya dipasang pada sentral telepon otomat (STO) di Johar, Tugu, Mangkang, Genuk, Majapahit, Simpanglima, Candi, dan Banyumanik. Selain itu, ada beberapa tower untuk telepon wireless. Teknologi itu digunakan untuk memperluas pelayanan pada daerah-daerah yang tak terlayani jaringan kabel.

Tower-tower telepon wireless itu nanti tidak akan digunakan. Sebagai ganti, PT Telkom akan menggalakkan penggunaan Telkom Flexi.

''Kami tidak memiliki tower di Gombel,'' tandas dia. (G6-73k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA