logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Internasional  
Line

Tiga Negara Asia Larang Impor Unggas dari AS

BEIJING - Jepang, Malaysia dan Singapura melarang impor unggas dari AS, menyusul ditemukannya wabah flu burung di Delaware. Hal itu dilakukan saat virus maut tersebut nyaris mencapai ibu kota China Senin kemarin, ketika pelabuhan Tianjin di dekat kota itu melaporkan kasus yang diduga flu burung.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak mengesampingkan kemungkinan virus tersebut menyerang manusia.

Jepang, Malaysia, dan Singapura bergabung dengan Korea Selatan dengan melarang impor unggas dari AS. Hong Kong melarang impor unggas dan burung hidup hanya dari Delaware.

Para pejabat Delaware memerintahkan memusnahan sekitar 12.000 ayam Jumat lalu, setelah mengonfirmasikan sejumlah ayam terserang flu burung.

Televisi pemerintah China melaporkan, Tianjing yang terletak 120 kilometer di tenggara Beijing menyatakan kasus yang diduga flu burung, kemarin.

Tiga provinsi di China - Hubei, Yunnan, dan Shaanxi - telah memberikan konfirmasi wabah flu burung. Ketiga provinsi tersebut sedang menyelidiki kematian unggas akibat penyakit tersebut, kata juru bicara Kementerian Pertanian China, seperti dikutip televisi itu.

14 Provinsi di China

Empat belas dari 31 provinsi China telah memberikan konfirmasi atau mencurigai wabah AI tersebut, yang telah menghancurkan unggas di seluruh Asia dan menewaskan 19 orang di Vietnam dan Thailand.

Pos-pos pemeriksaan di Beijing menghentikan truk-truk pengangkut ternak yang hendak memasuki kota tersebut dan sebuah laboratorium penyakit hewan menguji serum darah lebih dari 1.000 unggas sehari. Namun, pemerintah daerah setempat belum melaporkan adanya unggas yang terinfeksi flu tersebut.

Tidak ada kasus flu burung menginfeksi manusia di China. Setelah serangkaian pertemuan dengan pejabat kesehatan dan pertanian, WHO kemarin mengatakan bahwa negara itu ''berusaha keras untuk mengubah situasi'' dan ancaman terhadap manusia masih terbatas.

Namun Henk Bekedam, wakil badan PBB tersebut di Beijing, menambahkan dalam suatu pernyataan: ''WHO merasa mungkin ada kasus manusia, mengingat luasnya wabah tersebut pada unggas.''

Sebuah tim pakar WHO dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) berada di Provinsi Jiangxi, China tengah, untuk melaporkan kasus-kasus baru flu burung selama akhir pekan lalu. Mereka menguji pemusnahan dan pengawasan di daerah tersebut, kata WHO.

Dua Lagi di Vietnam

Dari Hanoi kemarin dilaporkan, dua pria Vietnam, satu di antaranya dalam kondisi kritis, positif terjangkit flu burung, sehingga jumlah orang yang terinfeksi penyakit tersebut di negeri itu menjadi 19 orang, 13 di antaranya meninggal dunia.

Seorang pria berusia 19 tahun dari bagian selatan Provinsi Binh Phuoc dirawat di rumah sakit Penyakit Tropis di Kota Ho Chi Minh hari Kamis dan kondisinya kritis, kata departemen kesehatan kota itu.

Seorang pria berusia 30 tahun dari provinsi terdekatnya, Lam Dong, dilarikan ke rumah sakit yang sama hari berikutnya namun dikatakan dalam kondisi stabil.

Kedua pria tersebut, setelah menjalani tes di Lembaga Pasteur Kota Phan Van Tu, dinyakan positif flu burung pathogenik H5N1, kata seorang pakar virologi kepada kantor berita AFP.

Dari segi jumlah manusia, Vietnam paling terkena dampak terburuk ketimbang 10 negara Asia yang mampu menangani penyakit tersebut.

Thailand, tempat lima orang meninggal akibat virus H5N1, merupakan negara lain di Asia setelah Vietnam tempat virus tersebut menjangkiti warganya.

WHO telah memperingatkan bahwa H5N1 dapat membunuh jutaan orang di seluruh dunia jika virus itu terkombinasi dengan virus influensa manusia sehingga tercipta virus baru.

Pascale Brudon, wakil WHO untuk Vietnam, hari Minggu memperingatkan bahwa infeksi lebih jauh terhadap manusia tidak dapat dielakan.

Menurut Brudon, sejauh ini belum ada peningkatan jumlah kasus namun pihaknya memperkirakan kasus akan bertambah di beberapa tempat yang berbeda di negeri itu.

Dua pasien yang dinyatakan terkena H5N1 telah sembuh total namun empat lainnya masih dirawat di rumah sakit.(rtr-ben-niek-ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA