
| Selasa, 10 Februari 2004 | Ekonomi |
Target Privatisasi BUMN Semester I Rp 5 TriliunJAKARTA-Pemerintah menargetkan penerimaan APBN dari privatisasi BUMN Rp 5 triliun bisa diperoleh pada semester I tahun ini. "Kalau bisa Rp 5 triliun di semester satu, kenapa tidak? Kita kan bisa mengantisipasi sikap investor yang wait and see karena pemilu," kata Deputi Menneg BUMN Mahmudin Yassin seusai penandatanganan perjanjian jual-beli saham PT Pembangunan Perumahan, kemarin. Dia menjelaskan, pemerintah memang sengaja memfokuskan jadwal privatisasi BUMN pada semester I, antara lain dengan pertimbangan pemilu dan jadwal yang lebih panjang untuk proses penjualan BUMN. Di antara 28 BUMN yang akan diprivatisasi adalah Bank Mandiri dan Bank BNI. Divestasi saham pemerintah di Bank Mandiri 20% dan dilakukan lewat pola private placement di bursa saham. "Dari 20%, yang 10% sudah kami mintakan izin kepada DPR, sedangkan yang 10% lagi akan kami bahas segera," tambahnya. Divestasi saham pemerintah di PT Pembangunan Perumahan 49%, lanjut dia, dilakukan melalui pola employee management by out atau penjualan saham kepada karyawan dan manajemen. Penandatanganan perjanjian jual-beli saham itu dilakukan oleh Mahmudin Yassin mewakili pemerintah dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Daryatno. Nilai transaksi penjualan saham BUMN itu kepada karyawan dan manajemen Rp 70,25 miliar akan masuk dalam penerimaan APBN 2004. (ant-53e) |