logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Perpanjangan A Yani Menjadi Kebutuhan

SEMARANG- Ir Solichedi, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Jateng menyatakan, perpanjangan landasan Bandara A Yani Semarang telah menjadi suatu kebutuhan yang sebisa mungkin harus direalisasi.

Jika kondisinya masih sebagaimana sekarang, itu kurang mendukung pertumbuhan ekonomi Jateng, khususnya Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi.

''Secara teknis, ekonomi, tujuan bisnis, dan jumlah penumpang, bandara itu semestinya bisa menjadi airport internasional, paling tidak ke Singapura sebagai bandara terdekat. Secara teknis yang harus dilakukan adalah memperpanjang landasan pacu sehingga memungkinkan untuk pendaratan pesawat yang lebih besar,'' tutur dia, kemarin.

Sekarang, lanjut dia, negara-negara di kawasan Asia Tenggara sudah terlibat dalam penggalangan perdagangan bebas multilateral. Jika tidak diantisipasi lewat ketersediaan infrastruktur yang kompetitif, akan tertinggal jauh.

''Padahal kalau mau melihat, struktur komoditas kita sebenarnya sangat beragam dan prospektif diperdagangkan. Salah satu fasilitas, yakni bandara, perlu mendapat perhatian khusus,'' jelas dia.

Ia menuturkan, saat ini kinerja ekonomi makro pemerintah sudah cukup signifikan angka-angkanya. Karena itu sudah saatnya masalah mikro untuk menggerakkan sektor riil dibenahi.

''Nilai tukar rupiah yang stabil dan keamanan yang membaik diharapkan membuat investasi dan perdagangan ikut membaik. Infrastruktur yang belum terbenahi secara optimal harus mendapat perhatian dan dukungan semua pihak,'' jelas dia.

Daya Saing

Dia menyebutkan jalan tol dan arteri, baik Semarang-Demak-Kudus maupun Semarang-Solo, serta bandara internasional di Semarang untuk meningkatkan daya saing wilayah. Kalau dana pemerintah semakin terbatas, swasta nasional dan asing menjadi prioritas selanjutnya.

''Jadi, kalau Kadinda Jateng bisa mendatangkan investor dan siap berinvestasi di Bandara A Yani ya harus segera direalisasi. Saya yakin Pemerintah Provinsi Jateng akan welcome,'' ujar dia.

Dukungan agar Bandara A Yani ditingkatkan statusnya, menurut dia, pernah diungkapkan oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia Edward Lee saat mengikuti kunjungan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, George Yeo, ke Jateng tahun lalu.

''Hal tersebut juga diungkapkan saat hadir pada seminar investasi Jateng beberapa waktu lalu,'' ungkap Solichedi.

Dunia usaha di Jateng, kata dia, sudah sangat mendambakan Bandara A Yani menjadi bandara internasional, yang memungkinkan penerbangan langsung dari Singapura ke Semarang dan sebaliknya tanpa harus lewat Jakata.

''Tidak hanya Duta Besar Singapura, hampir semua perwakilan asing menyokong Semarang menjadi tujuan internasional. Sebab keamanan kondusif serta perkembangan ekonomi di pantura dianggap lebih cepat daripada wilayah selatan,'' tuturnya.

Dia mencontohkan beberapa pernyataan perwakilan usaha di Semarang, misalnya Lee Woo Fun dari Ebaco yang menyatakan, kliennya terpaksa harus melalui Solo ketika ke Semarang. Hal serupa juga disampaikan oleh Sony Ryder, pengusaha AS yang kini berbisnis di Semarang.

''Mereka mengatakan akan lebih nyaman jika bisa melalui Semarang,'' ujar dia. (G2-53i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA