logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 10 Februari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Caleg yang Dijagokan di DP Lain Warga Pendukung Unjuk Rasa

YOGYAKARTA- Sejumlah warga Kotagede berunjuk rasa di KPU Kota Yogyakarta kemarin, meminta pindah tempat pemungutan suara (TPS) karena caleg yang mereka calonkan tidak berada di daerah pemilihan (DP) mereka. Puluhan orang tersebut mau mencoblos calon pilihan mereka yang berada di DP lain.

Mereka yang menyatakan diri sebagai Forum Masyarakat Peduli Pemilu Yogyakarta 2004 mendatangi kantor KPU di kompleks Balai Kota Timoho dengan mengendarai motor atau mobil dengan berbagai poster dan spanduk.

Di sela-sela aksi, mereka melakukan happening art dengan menyanyikan bermacam-macam lagu. Aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut menarik perhatian para karyawan Balai Kota karena di antara demonstran terlihat beberapa waria.

Dengan mengenakan kebaya dan dibalut make up tebal, mereka menyanyi dan berjoget di depan kantor KPU. Sebagian merupakan pengamen yang biasa mencari nafkah di dalam bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan KA Prameks jurusan Yogyakarta-Solo.

Koordinator aksi, Suroyo, menegaskan, pihaknya memberi ultimatum kepada KPU agar bisa memberi jawaban 3 x 24 jam. Apabila hal tersebut tidak dihiraukan, dia mengancam akan mendatangkan massa dalam jumlah lebih besar.

''Kami meminta KPU bersikap tegas mengenai permintaan warga untuk pindah ke TPS tempat caleg yang kami pilih ditempatkan. Jika tidak, kami akan datang dalam jumlah lebih besar, ribuan orang akan berada di sini dalam 3 x 24 jam,'' tandasnya.

Teledor

Sementara massa beraksi, sejumlah perwakilan warga diterima anggota KPU Kota, yaitu Nasrullah, Miftachul Alvin, dan Aan Kurniasih. Nasrullah mengakui, hal tersebut merupakan keteledoran KPU Pusat. Sejak awal, persoalan seperti itu tak pernah terpikirkan.

''Memang jujur saja itu keteledoran KPU Pusat, ketika pemilu sudah dekat dan ada keluhan dari masyarakat, baru persoalan tersebut terungkap,'' ujarnya di hadapan perwakilan demonstran.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pemilu Andreas Neno SE MM mengemukakan, kedatangannya ke KPU untuk menagih janji. Beberapa waktu mereka pernah mendatangi KPU Kota dengan permintaan yang sama tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan.

Dia mengatakan, beberapa panitia ketika didatangi calon pemilih yang ingin pindah TPS malah kebingungan. Para petugas mengaku belum ada petunjuk tentang pelayanan masyarakat yang menginginkan pindah TPS.

''KPU Pusat harus segera merespons persoalan tersebut dengan menerbitkan SK khusus agar ada solusi terbaik dan warga tak lagi bingung,'' tegas Andreas. (D19-85j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA