
| Selasa, 10 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Korban Musibah Laut Berharap Dapat Bantuan Obat dan Perbaikan PerahuJEPARA - Setiap musim angin barat--yang ditandai dengan bertiupnya angin kencang dari barat ke timur--para nelayan waswas. Pada saat ombak besar datang, nelayan dengan peralatan perahu kecil tidak berani melaut. Sebab, risikonya terlalu besar. Seperti yang dialami empat nelayan asal Ujungwatu, Kecamatan Keling, dan empat nelayan asal Kelurahan Jobokuto (Kecamatan Jepara), pekan lalu. Bahkan, satu nelayan Ujungwatu, Suhari, meninggal di laut setelah perahunya dihantam ombak besar. Tiga kawannya selamat setelah terapung hampir sehari semalam. Tiap Tahun Kabar terjadi musibah di laut memang sering didengar oleh wargga Jobokuto tiap tahun. "Penanganan warga nelayan yang terkena musibah di laut boleh dikata rutin kami hadapi. Warga Kelurahan Jobokuto memang banyak yang menjadi nelayan," tutur Supriyanto, Lurah Jobokuto, kemarin. Dalam sepekan ini dia bersama staf kelurahan mengurus empat nelayan yang mengalami kecelakaan. Jumanto, perahunya ambyar setelah menghantam tanggul muara Kali Wiso, Jobokuto. Adapun perahu Yasrun, Sugiarto, dan Sukarlan terbalik dan mereka hampir sehari semalam terapung di laut. Supriyanto menuturkan, untuk meringankan beban korban kecelakaan, dirinya sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemkab dan PMI. Badan Kesbanglinmas dan Kessos sudah mengirimkan beras dan mi instan. "Kami berharap ada bantuan biaya pengobatan dan kapal yang rusak," ujar Supriyanto. Yasrun, Sugiarto, dan Sukarlan setelah mendapatkan pertolongan langsung dilarikan ke rumah sakit swasta setempat. Dari dua perahu yang rusak parah diperkirakan kerugiannya Rp 40 juta. Sementara itu, Kepala Badan Kesbang Linmas dan Kessos Drs Poniman mengatakan, korban yang meninggal akan mendapat santunan yang akan diserahkan Bupati Drs Hendro Martojo. (kar-76e) |