
| Selasa, 10 Februari 2004 | Budaya |
Tarian "Destarata" Eko di TIMKOREOGRAFER Eko "Pece" Supriyanto akan berkolaborasi dengan Benny Krisnawadi mementaskan Spirit of Harvest II di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), 27-28 Februari mendatang. Meski sama-sama koreografer, Eko dan Benny mepunyai latar belakang budaya yang berbeda. Sebagai penari, nama Eko mencuat setelah ia kembali dari Amerika pada tahun 2001. Dialah satu-satunya penari asal Indonesia yang sempat menjadi penari latar penyanyi Madonna. Eko juga sempat mengikuti tur keliling penyanyi sensasional itu di Amerika dan Eropa selama tahun 2001. Destarata Banyak artis Indonesia, seperti Nafa Urbach, Inul Daratista, dan Nicky Astria yang memakai karya koreografinya. Jika dibandingkan dengan Eko, nama Benny Krisnawadi mungkin kurang terdengar. Namun, ia termausk salah satu penari yang cukup banyak tampil dalam pertunjukan tari. Salah satunya adalah sebagai penari di "Art Summit III 2003". Bersama koreografer Boi G Sakti, dia mementaskan koreografi bertajuk Ritus-Ritus Kesucian. Dalam Spirit of Harvest, Eko akan manampilkan karyanya yang berjudul "Prang Buta". Koreografi ini sebagai ungkapan gejolak manusia yang akan mengartikulasikan kegelisahan-kegelisahan dunia yang gelap-gulita tanpa indera mata. Sosok Destarata (ayah para kurawa) dengan kebutaanya menjadi rujukan dalam mengartikulasikan hal tersebut. Dunia gelap yang dialaminya telah menorehkan sayatan-sayatan kepedihan. Kebutaannya juga merupakan alur yang mengantarkan pada perang besar Mahabarata. Sedangkan Benny akan menyajikan karyanya yang berjudul "Salam" (Doa Anak Negeri). Karya ini meyakini bahwa kasih sayang masih ada, dan karena itu masih bisa dibangun kembali dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin lewat doa, dzikir, atau apa bentuknya bergantung dengan cara dan keyakinan masing-masing. Harga tiket Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu.(ganug-79) |