
| Senin, 9 Februari 2004 | Sala |
Ditemukan Sumber Mata Air di MerapiWARGA Dukuh Citran Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, kini mengaku lega. Betapa tidak, sumber mata air yang sudah lama diimpikan tiba-tiba ditemukan di tegalan dengan debit yang sangat tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan warga sumber di kawasan Gunung Merapi itu lebih dari cukup. ''Saya sekarang tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,''kata salah seorang warga, kemarin. Penemuan sumber mata air itu kabarnya berkat petunjuk orang tua di Magelang. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, penemuan sumber mata air itu ditandai oleh mimpi yang dialami salah orang warga. Kemudian orang yang bermimpi itu menemui orang tua di Magelang dan diminta agar menggali tanah di salah satu tegalan. Setelah digali ternyata benar ditemukan sumber mata air yang jernih. Selain itu juga ditemukan akar pohon kayu yang sangat besar. Cerita ini terus berkembang dan diyakini sebagai sesuatu yang sumber mata air yang membawa berkah. Camat Selo Drs Luwarno mengakui mendengar cerita itu. Bahkan sampai sekarang diyakini sumber mata air membawa berkah dan airnya sangat jernih. Hanya saja sumber mata itu tidak menjadi tontonan warga. Jadi, berbeda dengan sumur tiban. Namun warga tetap meyakini sumber mata air itu berkat petunjuk orang tua. ''Percaya atau tidak terserah masing-masing individu,''kata dia. Dibantu Pipa Dukuh Citran yang berada di kaki Gunung Merapi itu berketinggian 1.625 meter dari permukaan laut. Untuk menuju dukuh tersebut tidak mudah dijangkau oleh sepeda motor atau mobil. Kalau pun bisa dijangkau melewati jalan yang berkelok-kelok. Dukuh itu berpenduduk 40 kepala keluarga terdiri atas 205 jiwa. Sebelum ditemukan sumber mata itu sebagian warga mengangsu air bersih ke lereng Gunung Merapi yang jaraknya mencapai 4 kilo meter. ''Kami terpaksa jalan kaki karena medannya sangat berat dan tidak bisa dilalui sepeda motor,''kata salah seorang warga. Menurut Luwarno, dengan ditemukan sumber mata air kini pihaknya tengah memikirkan untuk membantu pipa ke rumah-rumah penduduk. Sekarang ini warga sudah menyatakan kesediaannya untuk berswadya. Karena itu diperlukan dukungan pipa agar sumber mata air dapat digunakan secara optimal. Dia mengatakan, kekuatan debit sumber mata air yang ditemukan warga sangat tinggi. Yang pasti mencapai puluhan liter untuk setiap detik atau untuk pipa ukuran 5 dim air bisa mengucur. Dengan demikian bisa digunakan ratusan jiwa bahkan dimanfaatkan warga lainnya. Yang menjadi kendala sekarang ini belum tersedinya pipa ke rumah-rumah penduduk. (Suti Harjoyo-34) |