logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Februari 2004 Sala  
Line

"Semoga Solo Jadi Royo-royo"

  • Wali Kota Canangkan Penghijauan Massal

KARANGASEM - Penghijauan massal tahap pertama di lima wilayah kecamatan di Kota Surakarta, Minggu kemarin berjalan sukses. Warga bersemangat menanam pohon di setiap lahan kosong dan pinggir jalan di beberapa lokasi.

Wali Kota Surakarta, H Slamet Suryanto, mencanangkan gerakan yang dilaksanakan Pemkot bekerja sama dengan Suara Merdeka itu, di Lapangan Karangasem, Kecamatan Laweyan. Jajaran Muspida, antara lain Kapolresta AKBP Lutfi Lubihanto, Dandim Letkol Inf IGKB Wicitra Wisnu, dan beberapa pejabat Pemkot turut berbaur dengan warga. Seusai memukul kentongan bernada dara muluk, Wali Kota dan para pejabat lain secara simbolis menyerahkan bibit kepada warga. Mereka lalu menanam bibit pohon mangga di sekeliling lapangan yang selama ini hanya ditumbuhi satu-dua pohon. Lokasi itu sengaja ditanami bibit pohon mangga. Diharapkan nanti hasilnya bisa dipetik warga sekitar.

"Saya berharap, Solo benar-benar menjadi kota yang ijo royo-royo, penuh pepohonan yang rimbun, sekaligus bisa bermanfaat bagi warga kota ini," kata Wali Kota.

Saat menanam, Wali Kota sempat bercanda dengan masyarakat. "Ayo Pak, menimbunnya yang rata, pokoknya sampai lubangnya tertutup. Terus, Pak," kata salah seorang warga.

Giliran Kapolresta yang menanam pohon, Wali Kota pun menyemangati. "Wah, sing macul luwes Pak Kapolres tinimbang aku. (Wah, yang mencangkul lebih luwes Pak Kapolres ketimbang saya)," kata Slamet, yang disambut senyum AKBP Lutfi.

Wali Kota mengkhawatirkan area hijau di kota Solo yang semakin lama semakin habis. Keindahan dari kerimbunan pohon juga semakin tak tampak. Sebab, kondisi tersebut akan memengaruhi tingkat kesehatan warganya.

Karena itu dia bangga gerakan penghijauan yang dilaksanakan bersama antara Pemkot dan Suara Merdeka didukung segenap lapisan masyarakat. "Saya bangga seluruh elemen masyarakat bisa menyatu memikirkan keindahan kota ini," tandas Slamet.

Melebihi Target

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Drs Triyanto MM mengatakan, bibit pohon yang terkumpul melebihi perkiraan panitia, yakni mencapai 11.000 bibit lebih.

Padahal, semula panitia hanya mengharapkan sekitar 6.000 batang.

"Sebagian besar sumbangan adalah bibit mangga. Masyarakat diharapkan ikut merawat sehingga nanti bisa memetik buahnya. Kami berharap masyarakat tidak malah mematikan," kata dia.

Hal yang sama dikatakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Drs Handartono.

Dia mengingatkan komitmen yang sudah dibicarakan dengan para penyumbang bibit, bahwa penyumbang akan memantau penghijauan ini.

"Jadi kami benar-benar harus mengawasi dan memelihara. Jika tanaman itu mati, kami akan menanyakan Pak Camat atau Pak Lurah. Apa sebabnya? Apa tidak disirami, atau dibiarkan saja. Mereka harus ikut bertanggung jawab," jelas dia.

Jika tidak demikian, dikhawatirkan penghijauan ini akan muspra(sia-sia) saja.

"Kalau hanya gerakan sporadis lalu hilang, itu sia-sia saja. Sebab kegiatan seperti ini langka, bisa lagi dilakukan bersama warga kota. Saya salut ini terlaksana dengan baik. Tapi tolong Suara Merdeka ikut mengawasi," kata Handartono.(an-86i).


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA