
| Senin, 9 Februari 2004 | Olahraga |
Thailand Tundukkan Pakistan 5-0BANGKOK - Thailand menundukkan Pakistan 5-0 pada putaran pertama Piala Davis Grup I Asia-Oceania setelah tunggal silang yang dimainkan diluar kota Bangkok, Minggu. Kemenangan itu dipastikan setelah Sanchai Ratiwatana menundukkan petenis Pakistan Ageel Khan 6-2, 6-0 dan saudara kembarnya Sonchat Ratiwatana mengalahkann Nomi Qamar 6-2, 6-0. Sebelumnya, Sabtu, tuan rumah berjaya setelah pasangan kembar Sanchai Ratiwatana/Sonchat Ratiwatana mengalahkan pasangan Pakistan Ageel Khan/Jaleel Khan 6-1, 7-6(7-3), 6-2. Pada hari pembukaan Jumat, petenis andalan Thailand Paradorn Srichaphan mengalahkan Nomi Qamar 6-2, 6-1, 6-0 dan Danai Udomchoke menundukkan Ageel Khan 6-1, 6-1, 6-2. Swedia-Australia 4-1 Mats Wilander, arsitek dari kemenangan Swedia atas juara bertahan Piala Davis Australia di Adelaide pada akhir pekan mengatakan Minggu, dia yakin Australia rawan kalah pada putaran pembukaan. Australia menjadi juara bertahan ketujuh yang tersingkir pada putaran pembukaan menyusul tahun berikutnya sejak format yang sekarang diperkenalkan pada 1972. Mereka kalah dalam dua pertandingan tunggal silang pada hari terkahir dengan skor keseluruhan 4-1. Australia, yang baru dua bulan bersuka-ria setelah kemenangn mereka dalam final atas Spanyol, akan berhadapan menghadapi playoff pada 24-26 September untuk tetap pada Grup Dunia. Kapten tak bermain Wilander menjadi instrumen bagi kemenangan mengejutkan Swedia berkat taktik yang digunakannya. Pilihannya menunjuk Thomas Enqvist untuk melawan Mark Philippoussis memberikan kemenangan dalam pertandingan itu. Dia kemudian menggandengkan petenis muda Joachim Johansson dengan Jonas Bjorkman agar tampil heroik dalam pertandingan ganda lima set dan menang. Wilander, juara Grand Slam yang 11 tahun bermain dalam Piala Davis untuk Swedia, kemudian mengambil langkah taktis lain dengan memanggil Bjorkman untuk merebut poin ketiga dan menentukan dalam tunggal keempat Minggu melawan Philippoussis. Wilander mengatakan, sebelum pertandingan, dia punya pemain untuk menundukkan tim Australia pimpinan mantan petenis nomor satu dunia Lleyton Hewitt dan Philippoussis, yang menjadi pahlawan dari kemenangan Australia atas Spanyol Desember tahun lalu. "Meningkatnya tekanan selaku juara bertahan dan bermain di kandang sendiri setelah turun pada Australia Terbuka, tidak mudah bagi Australia," kata Wilander. "Tim Australia secara keseluruhan rawan kalah karena mereka sudah diteliti secara cermat oleh orang-orang tertentu selama empat pekan sebelum Australia Terbuka. Itu kemenangan hebat bagi Swedia setelah dicukur 0-5 oleh Australia di Malmo April 2003. Kemenangan Minggu itu merupakan yang pertama bagi mereka di Australia dalam empat kali usaha sejak 1986. (ant-57e) |