
| Senin, 9 Februari 2004 | Olahraga |
Prima Kalah, Indonesia Menyerah 2-3JAKARTA - Indonesia gagal mengatasi Jepang pada penyisihan Piala Davis Zona I Asia-Oceania di lapangan hardcourt Gelora Bung Karno. Kegagalan itu karena kekalahan Prima Simpati Aji dari Goichi Motomura. Petenis asal Tegal tersebut menyerah 7-5,6-2,4-6,2-6 dan 3-6. Setelah sehari sebelumnya tertinggal 1-2 dari Jepang, kubu Merah Putih kemarin sebenarnya menyamakan kedudukan 2-2 setelah Feby Widhiyanto berhasil mengalahkan Takahiro Terachi yang turun menggantikan Takao Suzuki. Petenis asal Klub Detec tersebut menang 7-5, 3/4 (retaired). Terachi tak mampu melanjutkan pertandingan lantaran tangan kanannya terkilir. Prima yang turun pada pertandingan kelima (penentu) sepertinya menjadi harapan bagi Indonesia. Dia unggul pada set pertama dan kedua dengan 7-5 dan 6-2. Prima justru kelihatan tampil tegang memasuki set ketiga. Petenis jangkung itu akhirnya kalah 4-6. Kehilangan set ketiga, seperti menyebabkan kondisi fisik Prima habis. Motomura mulai mengendalikan Prima dan berhasil merebut dua set berikutnya berturut-turut 6-2 dan 6-3. Kemenangan Motomura membuat kubu Jepang merayakan kemenangan. Kubu Indonesia tertunduk lesu meninggalkan stadion. Dukungan sekitar 1.000 penonton-termasuk Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar, mantan Ketua Umum PB Pelti Moerdiono, dan Ketua Umum PB Pelti Martina Wijaya-tidak menjadikan Prima mempunyai energi lebih. Para tokoh olahraga itu pun tertunduk lesu. Kekalahan itu menyebabkan Indonesia akan berhadapan di babak play off dengan Selandia Baru yang di tempat terpisah dikalahkan tim tangguh India skor 2-3. Kalau kalah lagi, berarti tim Davis Merah Putih akan degradasi ke Grup II yang berarti harus bertanding lagi dari satu negara ke negara lain. ''Para pemain sudah berusaha bertahan dan memenangi pertandingan. Jepang memang beruntung dalam situsi tertekan mereka mampu memanfaatkan ketegangan pemain kita,'' ungkap kapten tak bermain Tintus A Wibowo. Prima pun mengakui, dirinya agak tegang pada set ketiga. Apalagi ketika tertinggal 1-3. Pada set keempat prima mulai terpancing pola permainan Motomura yang mengubah pola permainannya dengan banyak bermain reli-reli panjang. ''Pada set ketiga saya mulai kehilangan fokus dan banyak melakukan kesalahan sndiri,'' kata Prima sepertinya penuh beban. Tintus menilai, Prima tak mampu mengontrol penampilannya. Hal itu membuat permainannya serbasalah. ''Motomura tidak terlalu istimewa. Ketika pada hari pertama berhadapan dengan Feby kakinya kram,'' ujar Tintus. (D3-57e) |