
| Senin, 9 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Truk Tabrak Motor, Seorang TewasSEMARANG- Kecelakaan yang merenggut nyawa terjadi di di perempatan Jl Siliwangi-Jl Gatot Subroto, Tugu Minggu pagi (8/2). Korban Bram Pramanda (19) warga Jl Srikaton Selatan, Semarang. Dia tewas seketika setelah tertabrak truk tronton bermuatan kaca yang ngebut saat melewati perempatan tersebut. Pengemudi dan kernet truk, yakni Mafiin (29) dan Bandi (26) asal Probolinggo, Jatim berikut truk D-9460-BB ditahan di Satlantas Polwiltabes. Adapun jenazah korban telah diambil keluarganya setelah sempat dibawa ke kamar mayat RS Dr Kariadi. Menurut sejumlah saksi, musibah itu dipengaruhi oleh matinya lampu bangjo di perempatan tersebut. Akibatnya, laju kendaraan yang datang dari keempat arah menjadi tidak teratur hingga terjadi kecelakaan. Tabrakan yang terjadi pukul 04.30 itu bermula ketika Bram, yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter, meluncur dari arah Jl Gatot Subroto. Sesampainya di perempatan, dia yang hendak menuju rumah seorang temannya di Perumahan Graha Padma, berbelok ke kanan. Bram telah memperlambat laju motornya saat hendak melewati perempatan itu. Lampu pengatur lalu lintas mati, sehingga beberapa pengendara lain yang berjalan di depannya langsung berbelok ke kanan tanpa berhenti terlebih dahulu. Kecepatan Tinggi Bram hendak berbuat hal yang sama, namun nahas. Ketika memasuki perempatan, dari arah timur muncul truk tronton yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Sopir truk, Mafiin mengaku, hanya sedikit mengerem karena melihat lampu bangjo tidak menyala. Dia yang saat itu bermaksud membawa muatan kaca dari Surabaya menuju Jakarta tidak mengira ada kendaraan lewat dari arah kiri perempatan. Benturan keras menyebabkan Bram dan sepeda motornya terlempar beberapa meter. Korban tewas dengan luka parah di kepala, tangan, dan kaki.
Lantaran merasa takut menjadi sasaran kemarahan warga, sopir truk berupaya kabur, namun dia akhirnya tertangkap anggota Satlantas Polwiltabes yang mencegatnya di perbatasan Semarang-Kendal. Pemulung Tewas Mendadak Sementara itu, selang sekitar empat jam kemudian, seorang wanita pemulung tewas mendadak di warung makan Ny Samikem (50) di Jl Citarum Tengah, Semarang Utara. Korban Bibit (65) yang tak diketahui alamat pastinya, diduga meninggal karena sakit yang sudah diidapnya cukup lama. Namun tak seorang pun yang mengetahui penyakit apa yang dideritanya. Peristiwa itu menggemparkan warga, terutama pemilik warung dan orang-orang yang sedang makan. Sebab korban tewas secara amat tiba-tiba, apalagi sebelumnya dia terlihat sehat-sehat saja saat membeli nasi di warung itu. Menurut Samikem, sebelum kejadian itu dia masih melayani Bibit yang membeli nasi bungkus. Saat hendak keluar tiba-tiba korban ambruk dan jatuh di lantai dengan posisi telentang. Samikem dan beberapa pelanggannya mengira korban pingsan. Namun ketika diperiksa ternyata dia yang sehari-hari tinggal di bawah jembatan Citarum itu sudah meninggal. Anggota Polres Semarang Timur yang menerima laporan kejadian itu membawa jenasah korban ke kamar mayat RS Dr Kariadi. Hingga kini belum ada kerabat yang datang mengurus jenazah. Sementara itu, Jeremia Kalengkongan (11) siswa SD Pedurungan 02-03 Pedurungan yang tertabrak angkot H-1237-AA tak bertanggung jawab di Jalan Majapahit sampai kemarin masih koma di ICU RSU Dr Kariadi. Menurut sejumlah saksi, peristiwa bermula ketika korban hendak mengikuti les di sekolahnya sekitar pukul 14.00. Dia mengendarai sepeda ontel kecil dari arah timur. Saat melintas di depan Mapolres Semarang Barat, warga Perum Korpri Jl Sapta Prasetya Utama VII/139 itu tertabrak angkot. Pengemudi angkot, Badri warga Gemahsari sempat membawa korban ke RS Kodya Semarang. Karena lukanya parah, korban dibawa ke UGD RSU Dr Kariadi. Sayangnya, usai mengantar, pengemudi kabur. Kasus sudah ditangani aparat Unit Laka Satlantas Polwiltabes Semarang. Polisi sudah mencari ke alamat pelaku, tapi ternyata tidak ada warga yang bernama Badri. (G5-83)(G3-83) |