
| Senin, 9 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Mayat Lelaki Mengapung di Saluran IrigasiKENDAL- Warga Desa Sendang Sikucing dan Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, kemarin (8/2) sekitar pukul 11.00, gempar. Menyusul ditemukannya sesosok mayat laki-laki tak dikenal di saluran irigasi ''Pertiwi'' yang berada di areal persawahan di perbatasan kedua desa itu, dan masuk ke dalam wilayah Desa Sendang Sikucing. Lokasi penemuan berada sekitar 500 meter ke arah barat dari jalan Gempolsewu-Sendang Sikucing. Saat ditemukan, korban tidak membawa indentitas. Hanya saja dia mengenakan celana panjang warna biru dan baju warna coklat motif kotak-kotak yang tersingkap hingga batas leher. Posisi tubuhnya tengkurap dan terapung di saluran air yang memiliki lebar sekitar 2 meter dan berkedalaman lebih kurang 50 cm. Dokter Puskesmas Rowosari I dr Istikomah menyatakan korban yang diperkirakan berusia 30 - 40 tahun itu diduga telah meninggal lebih dari 24 jam sebelumnya. Dari hasil visum sementara, di tubuh luar korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. ''Guna mengetahui lebih detail penyebab tewasnya korban harus dilakukan otopsi tubuh. Mengenai memar di bagian leher maupun luka lecet di punggung korban, kemungkinan besar diakibatkan karena tubuhnya cukup lama terendam di air,'' kata Istikomah, seusai melakukan visum di depan Mapolsek Rowosari, kemarin. Otopsi Keterangan yang dihimpun di lapangan, mayat ditemukan kali pertama kali oleh Ismam (65). Ketika sedang matun atau mencabuti gulma di sela-sela tanaman padi. Warga Desa Gempolsewu RT 4 RW 9 itu secara tak sengaja menemukan mayat di saluran irigasi, dekat sawah miliknya. Penemuan itu kemudian diberitahukan kepada tetangganya yang kebetulan juga sedang berada di sawah, tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Temuan mayat oleh kedua petani itu selanjutnya diinformasikan kepada perangkat Desa Sendang Sikucing dan diteruskan ke Mapolsek Rowosari. Puluhan warga yang mengetahui penemuan mayat berbondong -bondong datang ke lokasi. Jenazah baru dievakuasi pihak kepolisian sekitar pukul 13.30. Di sekeliling penemuan tubuh korban, tidak ditemukan barang atau senjata tajam. Menurut pihak kepolisian, guna memperoleh kejelasan penyebab tewasnya korban, rencananya akan dilakukan otopsi di RSUD Soewondo. (G15-84) |