logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Saling Tuding soal Penyebabnya

SEMARANG BARAT- Penyebab tanah longsor yang mengakibatkan nyaris ambrolnya talud di belakang Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng, Minggu dini hari, masih diselidiki. Meski demikian, antara warga dan Dishub memiliki alasan yang berbeda.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Ir Abdul Rochim menduga, peristiwa itu terjadi karena saluran warga di belakang talud tidak berfungsi dengan baik. Hal itu karena saluran digunakan untuk tempat pembuangan sampah. Akibatnya, tidak bisa mengalirkan air hujan ke bawah.

''Saluran tersumbat saat hujan. Air meresap ke dalam tanah. Hal itu mengakibatkan kandungan air dalam tanah sangat tinggi. Begitu tidak mampu menampung air, tanah menjadi longsor,'' katanya saat meninjau lokasi, Minggu pagi, kemarin.

Guna mengantisipasi dampak lebih buruk lagi, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi, di antaranya akan menempatkan karung-karung berisi pasir untuk membendung tebing, membuat saluran darurat, dan menutup lokasi longsor dengan plastik panjang.

Berbeda dengan Abdul Rochim, Ketua RT 1 RW 8 Habib menyatakan, tidak sepenuhnya alasan itu benar. Di samping sebagai musibah, longsor terjadi karena konstruksi talud lemah dan tidak mampu menahan tekanan tanah.

''Peristiwa itu memang sudah lama saya khawatirkan, cepat atau lambat pasti akan terjadi. Bila melihat konstruksi bangunan dan kemiringan talud, saya perkirakan talud tidak mampu menahan tekanan tanah,'' katanya.

Lemahnya talud, lanjutnya, terletak pada posisi letak talud dan jumlah beton pengait yang kurang. Seharusnya posisi talud memiliki kemiringan yang cukup kuat menahan desakan tanah, tidak lurus. Adapun angkur hendaknya lebih diperbanyak dan tidak hanya di pasang di bagian atas saja.

''Talud yang sekarang ini hanya mengadalkan angkur bagian atas. Seharusnya angkur ditambah untuk memperkuat ikatan dengan tebing, sedangkan posisi berdirinya sekarang ini tegak lurus, jadinya tidak kuat,'' katanya.

Hujan yang mengguyur terus menerus, kata dia, membuat kadar air dalam tanah cukup tinggi. Bukan berarti hanya faktor sampah dan saluran tersumbat menjadi alasan. ''Beberapa tahun lalu, saluran juga tersumbat, tetapi tidak terjadi longsor,''katanya.

Bila nantinya ada rencana perbaikan talud, dia akan meminta kepada Dishub agar mengkoordinasikan dengan warga. Hal itu penting agar tidak sampai terjadi kesalahpahaman antara pihak Dishub dan warga.

Ny Eni (28), warga sekitar menambahkan, tersumbatnya saluran itu awal mulanya karena tertimbun tanah longsor yang ada di atasanya. Lama sekali, saluran itu tidak dibersihkan petugas Dishub. ''Sudah lama tersumbat karena kena runtuhan tanah di atasnya. Jadi bukan karena sampah.'' (G5-83)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA