
| Senin, 9 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
BLPT Merintis Pendidikan Tenaga AhliSEMARANG - Makin ketatnya persaingan di dunia tenaga kerja, membuat Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Semarang, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas P dan K Jateng menyiapkan tempat latihan atau pendidikan tenaga ahli. ''Pendidikan tenaga ahli yang kami rintis ini untuk memperluas kesempatan mendapatkan pekerjaan. Di samping itu guna menyiapkan calon tenaga kerja sebagai teknisi di bidang teknologi,'' kata Kepala BLPT Sabaris SPd MPd, belum lama ini. Dia yang didampingi Kasi Bangunan yang juga Ketua Community College (CC), Drs Achmad Anwar MPd mengatakan, untuk sementara ada lima program keahlian yang dibuka. Yakni, mebel dan ornamen, servis audio video, gulung dinamo, las konstruksi dan servis mekanik mobil. ''Pihak CC (pendidikan tenaga ahli) juga menggalang kerja sama dengan pihak industri/dunia usaha sebagai institusi pasangan, khususnya dalam penyusunan kurikulum, pelatihan sampai dengan sertifikasi,'' katanya. Melalui CC ini pihaknya juga berusaha ikut berperan aktif dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan dan pengangguran. Kegiatan yang sudah dimulai 2004 diikuti 90 peserta, antara lain untuk mebel dan ornamen 20 orang, servis audio video (19), gulung dinamo (15), las konstruksi (16), dan mekanik mobil (20). ''Pelaksanaan pendidikan memakan waktu setahun atau setara dengan 1.650 jam dengan perbandingan 1.000 jam di BLPT dan 650 jam praktik di industri.'' Ranking 102 Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Soebagyo Brotosedjati MPd mengatakan, apa yang ditempuh BLPT dengan membuka CC merupakan langkah tepat. Utamanya dalam menyongsong tantangan global saat ini. ''Mau tidak mau, di era global ini, sangat memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan. '' Masih banyak tenaga kerja kita yang menganggur dan mereka ini tidak mempunyai daya saing dengan tenaga-tenaga kerja luar negeri. Sesuai dengan hasil survei Human Development Indeks (HDI) di internasional peringkat daya saing bangsa Indonesia menduduki ranking 102 dari 106 negara. (C28-45) |