
| Senin, 9 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
PMI Tanggulangi AIDS melalui PenyuluhanSEMARANG- Pembagian kondom pada pelacur di lokalisasi Gambilangu, Sunan Kuning, dan di jalanan di Simpanglima masih dibahas oleh pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang. Realisasinya tergantung hasil pembahasan itu. Kepala Markas PMI Kota Semarang Hj Sulaningsih Bahrun, Jumat (6/2) mengatakan hal itu menanggapi pernyataan MUI yang tidak setuju dengan program tersebut. Menurutnya, PMI Kota Semarang memang menerima tawaran dari pusat tentang hal itu. Namun tawaran itu tidak serta merta dilaksanakan. Pengurus masih harus melakukan kajian tentang berbagai aspek menyangkut hal itu. ''Barangnya saja belum kami terima,'' kata dia. Seperti diberitakan, membagikan kondom kepada pelacur dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng bukan langkah terbaik menyelesaikan masalah penularan penyakit HIV / AIDS. Langkah tersebut, menurut MUI, justru menyuburkan perbuatan asusila. Lanjut Sulaningsih, diperlukan peran berbagai pihak untuk menanggulangi penyebaran HIV / AIDS. Dalam beberapa tahun terakhir ini, PMI telah berupaya dengan memberikan banyak penyuluhan. Sasarannya terutama pada kelompok berisiko tinggi, termasuk di antaranya para pelacur. Penyuluhan juga diberikan kepada warga masyarakat lainnya, termasuk para anggota PMI. Organisasi itu juga memberikan penyuluhan kepada pelajar. ''Diharapkan bekal pengetahuan itu akan membuat setiap orang lebih waspada,'' kata dia. (G6-73) |