logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

LSM ASA Heran atas Pernyataan MUI

  • Pro-Kontra Pembagian Kondom ke Pelacur

SEMARANG- Pemberian kondom pada para pelacur merupakan langkah yang dipandang cukup efektif dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.

Menurut Program Manager LSM Aksi Stop Aids (ASA) PKBI Kota Semarang Hendra Susila Adi S Sos MSi, jika upaya itu tidak dilakukan maka penyebaran penyakit mematikan tersebut dapat berkembang cepat.

''Karena itu ketika kami mendengar MUI tidak setuju pemberian kondom secara cuma-cuma kepada pelacur, kami sangat heran. Sebab, cara itu sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah,'' ujarnya kepada Suara Merdeka, Jumat (6/2).

Langkah yang dilakukan untuk memberi kondom, merupakan bagian dari upaya penyadaran kepada masyarakat. Khususnya para penjaja seks yang memiliki risiko paling tinggi terserang penyakit itu. Diharapkan mereka memahami risiko-risiko terkena penyakit itu dan secara berangsur tidak lagi melakukan hubungan seks di luar nikah.

Dia mencontohkan penurunan angka pengidap HIV/AIDS di Thailand. Di negara yang dikenal banyak pelacurnya itu berhasil menurunkan angka pengidap penyakit membahayakan itu, seiring dengan konsistensi pemakaian kondom pada kelompok berisiko tinggi.

Hal ini berbeda dengan angka di Indonesia yang dari tahun ke tahun selalu naik. Depkes RI, lanjutnya, memperkirakan jumlah pengidap akan bertambah menjadi 80 ribu kasus dari perkiraan jumlah pengidap 2003 yang mencapai 130 ribu orang.

Di Semarang, tercatat ada 44 pengidap HIV dan 4 orang yang meningkat menjadi pengidap AIDS, sehingga keseluruhan berjumlah 48 orang. Selain itu ada 5 orang pengidap sudah meninggal dunia. Biasanya jumlah tersebut hanya jumlah di permukaan.

Jika menggunakan perhitungan gunung es, maka setiap ditemukan satu orang pengidap, di belakangnya terdapat 100 pengidap serupa. Dengan demikian, perkiraan jumlah pengidap di Kota Semarang berjumlah 4.800 pengidap.

Melihat realitas itu, ASA PKBI maupun komponen masyarakat lain yang peduli menekan angka HIV/AIDS berupaya mencari langkah-langkah penyelesaian, di antaranya dengan membagikan kondom. Penyebaran penyakit ini bukan hanya melalui hubungan seks. Bisa juga karena jarum suntik bekas pengidap, dan transfusi darah.

''Kami harap MUI dan elemen masyarakat lain memahami langkah ini. Bila tidak, kemungkinan meledaknya angka pengidap. Kalau itu terjadi berapa besar social cost yang harus dibayar.''

Sementara, Ketua PWNU Jateng Drs H Mohammad Adnan MA menuturkan pembagian kondom ada dampak positif dan negatifnya. Namun harus dihitung, lebih banyak mana dampak negatif dan positifnya.

''Menurut saya, memakai kondom itu bukan jaminan tidak terserang penyakit itu, apalagi jika tidak pakai kondom. Nah, kalau pakai atau tidak masih bisa terkena, maka paling tepat jangan melakukan seks di luar nikah atau yang bukan suami atau istri sahnya.'' (H1-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA