
| Senin, 9 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Tebing Longsor, Warga Bongsari Waswas
SEMARANG BARAT- Tebing longsor terjadi Minggu (8/2) pukul 00.30 di Kelurahan Bongsari Semarang Barat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sebuah talud milik Dinas Perhubungan Jateng di Jalan Pamularsih Raya nyaris roboh. Warga Bongsari RT 1 RW 8 yang tinggal di belakang kantor tersebut waswas bila terjadi longsor susulan. Sebab, sisa tanah di depan rumah mereka hanya berjarak 1-2 meter, meski sejumlah pohon yang tumbuh di tebing tampaknya masih bisa menahan permukaan tanah agar tidak ambrol di sisi selatan. Talud yang nyaris roboh itu panjang sekitar 15 meter dan lebar 16,8 meter. Posisi talud miring ke arah utara, hampir mengenai bangunan belakang Gedung Dishub.
Hanya setengah meter lagi talud sudah mengenai gedung tersebut. Agar tidak menimpa bangunan itu, warga Bongsari bekerja sama dengan Tim SAR memasang sejumlah bambu untuk menahan talud, sedangkan permukaan tanah di lokasi yang longsor dipasang plastik panjang. Hal itu dimaksudkan agar ketika hujan turuh, air hujan tidak merembes ke tanah tetapi mengalir ke bawah. Jarak terjauh antara bibir talud dan bekas tebing yang longsor sekitar 9,40 meter dan terdekat enam meter. Adapun samping timur talud berjarak sekitar 1,5 meter. Sejumlah angkur (beton pengikat talud dengan tanah-Red) telepas dan patah. Angkur itu berada di sisi selatan enam buah dan sisi timur empat buah. Warga RT 1 RW 8 Bongsari, Ny Sri Tejo (45), menuturkan, peristiwa itu kali pertama diketahui oleh suaminya, Tejo (47), pukul 23.30. Malam itu, cuaca tidak hujan dan langit cerah. Suaminya sedang asyik menyaksikan siaran langsung sepak bola, sedangkan dia sedang tidur. ''Kata suami saya, tiba-tiba terdengar suara seperti angin besar dan gruuuk,'' ungkapnya. Tejo kemudian keluar rumah dan memeriksa keadaan di depan tempat tinggalnya. Dia melihat tanah di depan rumah longsor dan talud nyaris ambruk ke arah utara. Melihat hal itu dia membangunkan istrinya. ''Bu-bu, tangio. Kae lo delokna ning jaba geger, ana tanah longsor (Bu-bu, bangun. Itu lihat di luar ramai-ramai, ada tanah longsor-Red),'' kata Ny Sri. Hal senada dikatakan Ny Eni (28), warga lainnya. Mereka meminta pihak-pihak terkait segera melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi longsor susulan. Sebab, kondisi tanah sekarang ini sangat berbahaya bagi warga. ''Kalau hujan turun lagi, terus tiba-tiba tanah jugruk (longsor), bagaimana,'' ujar Ny Eni. (G5-83k) |