
| Senin, 9 Februari 2004 | Ekonomi |
Sembilan Investor Siap Bangun Tol Semarang-SoloSEMARANG - Sembilan investor menyatakan siap mengikuti tender pembangunan jalan tol Semarang-Solo sepanjang 82,6 km. Pemenang tender akan menggantikan PT Karsa Semesta Indah yang tidak jadi merealisasi pengerjaan fisik. ''Para investor yang sudah menyatakan minatnya tersebut antara lain berasal dari Korea dan China,'' kata Yeru Salimianto, Ketua Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng, kemarin. Meski demikian, lanjut dia, keputusan tentang investor yang akan menggarap proyek jalan tol senilai 259 juta dolar AS yang sudah dicanangkan sejak tahun 2000 itu ada di tangan pemerintah. BPM hanya sebatas mengajukan nama-nama investor ke kantor pusat. ''Mereka (para investor-Red) akan mengikuti tender ulang yang segera diakukan. Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasi,'' tandasnya. Yeru menuturkan, calon investor tersebut diperoleh dari hasil road show Pemerintah Provinsi dan Kadinda Jateng, beberapa waktu lalu. Investasi jalan tol sangat dibutuhkan karena infrastruktur tersebut berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Jateng. ''Tol Semarang-Solo sangat mendesak direalisasi. Jika terus terbengkalai sebagaimana sekarang, tentu kurang mendukung perkembangan ekonomi di wilayah poros Jateng itu,'' jelasnya. Ia mengungkapkan, perusahaan asing tersebut, terutama dari Korea, telah mengajukan proposal proyek pembangunan jalan tol kepada Pemerintah Provinsi Jateng agar diusulkan ke Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, setelah pemenang tender sebelumnya dibatalkan. Keseriusan investor asing itu sudah ditunjukkan. Anatara lain telah melakukan penelitian lapangan terhadap proyek tol Semarang-Solo dan Semarang-Bawen, juga studi kelayakan rencana pendirian industri manufaktur di provinsi itu. Mitra Strategis Di samping jalan tol Semarang-Solo, tutur dia, Pemerintah Provinsi Jateng juga berupaya mencari mitra strategis untuk mewujudkan tiga ruas jalan tol lain yang telah dirancang oleh PT Jasa Marga, yakni Pejagan-Pemalang (56 km), Semarang-Bawen (23 km), dan Semarang-Demak (24 km). Ia menjelaskan, proyek jalan tol ruas Pejagan-Pemalang membutuhkan investasi 48 juta dolar AS yang akan digunakan untuk pembebasan tanah, konstruksi, perpajakan, administrasi pembebasan tanah, perlengkapan tol, dan supervisi. ''Bentuk kerja sama yang ditawarkan pada pembangunan jalan tol di Kabupaten Pemalang itu adalah investor yang membiayai proyek memperoleh konsesi selama 24 tahun,'' ujarnya. Ruas jalan tol Semarang-Bawen memerlukan investasi 81,280 juta dolar AS dan bentuk kerja sama yang ditawarkan adalah penanaman modal baru. Lalu jalan tol ruas Semarang-Demak membutuhkan investasi 68,421 juta dolar AS dan investornya mendapat kompensasi berupa konsesi 11-27 tahun. Pembangunan ruas tol Semarang-Solo yang tertunda empat tahun akibat krisis ekonomi, kata dia, seharusnya direalisasi sesuai dengan rencana pada awal 2002. Jalan tol itu telah mendapat keputusan pada tingkat rapat koordinasi Menko Perekonomian dan mendapat rekomendasi dilaksanakan pada Maret 2002. Pembahasan mengenai perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dan lainnya antara investor, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, dan pemerintah daerah sudah rampung lebih awal. PT Karya Semesta Indah selaku pemenang tender proyek tol Semarang-Solo terdahulu menggandeng Infrastructure Management International PTY Lai Queensland, Australia. Proyek tol itu akan direalisasi dengan pola kemitraan antara investor, PT Jasa Marga, dan Pemerintah Provinsi Jateng dengan sharing modal 80%, 10%, dan 10%. (G2-53n) |