logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Februari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Angin Puting Beliung Sapu Banyumas

  • Dua Tewas, Empat Luka

PURWOKERTO - Dalam waktu kurang lebih lima menit angin puting beliung menyapu sejumlah daerah di Kabupaten Banyumas, Minggu (8/2) siang sekitar pukul 12.15. Musibah tersebut menyebabkan dua orang tewas dan empat luka-luka. Selain itu, ratusan seng dan genteng rumah warga juga berantakan di sapu angin yang datang berputar-putar tersebut.

Korban tewas dan luka akibat tertimpa pohon tumbang, di dua lokasi berbeda. Kejadian pertama di Jalan HR Boeyamin Purwokerto, depan RM Sederhana, menewaskan satu orang dan dua luka-luka.

Korban meninggal adalah Edi Murdiyanto Gu-nodarmo (32), warga Desa Karanggintung RT 1 RW 1 Kecamatan Sumbang.

Korban luka-luka Setiadi Irmawan (15) dan Dian Wahyu (22). Keduanya mengalami luka di mulut dan hidung. Kakak beradik itu adalah warga Jl Sridadi IV No 81 Perum Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Kejadian kedua terjadi di Alun-alun Purwokerto akibat tumbangnya salah satu batang pohon be- ringin di bagian timur ujung selatan. Korban tewas di lokasi itu Mustaningsih (32), warga Desa Karangjati RT 1 RW 1 Kecamatan Sampang, Cilacap.

Dia mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara yang mengalami luka-luka lain adalah warga setempat, yakni Yeli Iriani (40) dan alvira (10) yang luka di bagian leher dan kepala.

Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka dari lokasi kejadian menyebutkan, korban di Jl HR Boeyamin akibat tertimpa sebuah pohon filisiun yang tumbang ke tengah jalan.

Sejumlah saksi mengatakan, saat itu sekitar pukul 12.15 tiba-tiba datang angin puting beliung yang disertai gerimis.

Edi yang sedang mengendarai Vespa R-6919-BA kejatuhan bagian batang pohon. Setiadi dan Dian yang naik sepeda motor Suzuki Smash R-4802-RA tertimpa bagian dahan.

Motor Edi juga terbakar di lokasi dan akhirnya diamankan polisi. Mereka berjalan beriringan dari utara (turun) dan posisi Edi di belakang Setiadi.

Bersamaan dengan mereka sebenarnya juga ada empat atau lima pengendara sepeda motor yang ikut terkena, namun tidak sampai menyebabkan luka parah. Edi meninggal beberapa saat setelah dilarikan ke Rumah Sakit Wijayakusuma (DKT) Purwokerto akibat pendarahan yang serius setelah kepalanya pecah.

"Jalan juga macet hampir setengah jam. Namun beberapa saat kemudian Kepala Dinas Cipta Karya Susanto dan sejumlah petugas datang ke lokasi," ujar Firmansyah yang membantu korban ke rumah sakit.

Di Alun-alun

Sementara itu di Alun-alun, Mustanginah tewas setelah salah satu batang beringin yang tergolong sudah tua menimpa dia dan sepeda motor Suzuki Sogun R-4205-MK yang ditunggangi bersama Yeli dan Alvira.

Saat itu dia hendak pulang ke rumah setelah menunggui Warisno (42), suami Yeli yang sedang membeli ikan hias. Sebenarnya mereka sudah berada di atas motor dan siap berangkat dan posisi motor juga menyala.

Namun belum sampai motor yang mereka tumpangi meluncur tiba-tiba angin datang dan menghantam pohon beringin hingga menumbangkan sebagian batangnya.

"Dia meninggal sesampai di Rumah Sakit Elisabet," ujar Warsino ketika ditemui di rumah sakit, kemarin.

Selain menyebabkan korban tewas, angin puting beliung juga mengakibatkan jaringan listrik PLN mati sekitar 30 menit. Yang paling terpukul akibat listrik mati adalah perkantoran dan sektor usaha yang buka pada Minggu serta warga yang mempunyai hajatan.

Semua biaya rumah sakit para korban akan ditanggung Pemkab Banyumas. Keluarga korban tewas juga akan diberi santunan.

Hal itu diungkapkan Kabag Bapedalda Didi Rutwiyanto dan Kepala Bakesbangtiblinmas Hedi Oramanu di lokasi kejadian kepada wartawan. (G22-81s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA