logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Februari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Satu Rumah Roboh Diterjang Lisus

  • Rusiyanti Luka Parah Tertindih Blandar

BATANG-Satu rumah di Kampung Karangtengah, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, rata dengan tanah setelah diterjang angin lisus. Kejadian itu mengakibatkan Ny Rusiyanti (53) luka parah, karena tertindih balok kayu rumahnya.

Korban sampai sekarang masih dirawat secara intensif di RSUD Kalisari. Peristiwa Sabtu sore itu, diawali hujan yang turun sejak siang hari. Selang beberapa saat, guyuran air dari langit semakin deras disertai angin kencang. ''Tiba-tiba dari selatan rel KA terdengar suara gemuruh angin. Dalam sekejap bangunan dapur terangkat, setelah itu rumah saya roboh,'' ujar Apriyono (35).

Dia yang saat itu bersama ibunya, Ny Boyong, dan tantenya di dalam rumah berusaha keluar. ''Saya dan Mama bisa keluar, tapi Tante Ita (panggilan Rusiyanti) tertimpa blandar di bagian punggung,'' ujar Apriyono.

Setelah merobohkan rumah pedagang yang terbuat dari dinding anyaman bambu (gedhek) itu, angin puting beliung berbelok arah ke timur. Dalam sekejap angin tersebut menyapu dan menerbangkan ribuan genting rumah-rumah yang ada di sekitarnya.

''Angin lisus itu menerjang pohon mangga di ujung gang. Setelah itu terpecah,'' jelas Apriyono.

Peralatan Hancur

Menurut dia, begitu angin lisus berlalu, hujan juga reda, bahkan tak lama kemudian cuaca terang. Padahal waktu peristiwa terjadi, kompor sedang digunakan untuk memasak air. Beruntung, sebelum api membesar sudah bisa dipadamkan tetangga yang langsung berdatangan memberikan pertolongan. Barang-barang rumah tangga keluarga Apriyono banyak rusak, terutama barang pecah belah. Peralatan yang rusak antara lain VCD player dan perabot rumah tangga lain.

Bagi masyarakat Karangtengah, peristiwa datangnya angin lisus itu merupakan kali pertama, meski sebenarnya hujan deras hal yang biasa dialami. Karena itu, banyak warga yang trauma dan selalu waswas bila angin lisus datang kembali. ''Saya masih ngeri, seumur-umur baru kali ini melihat angin lisus. Suaranya gemluduk dan tiupannya kencang serta cepat sekali,'' ujar Ny Rondiyah, tetangga Apriyono.

Hal itu dibenarkan Bangun, tetangga lain yang juga tercengang dengan adanya angin lisus. Sebab, kejadian itu baru kali pertama dialaminya. ''Beruntung di sebelah Apriyono rumah tembok, sehingga bisa memecah angin,'' ujar karyawan Pemkab Batang tersebut.

Dia yang pada waktu peristiwa itu masih lembur di kantor, diberi tahu anaknya bahwa rumah tetangga roboh. Selanjutnya dia menghubungi Satlak PBA dan PMI. ''PMI Batang ternyata cukup sigap. Begitu mendapat informasi, petugas langsung datang untuk memberikan bantuan.''

Dari selatan Kampung Karangtengah, tempat asal datangnya lisus itu, banyak pohon yang tumbang. Salah satunya pohon beringin yang ditanam di depan Gedung Pertemuan Umum (GPU). Kuatnya hembusan angin tersebut bisa dilihat dari banyaknya pohon yang tumbang. Bahkan billboard Hotel Sendang Sari sampai terlipat.

Kepala Badan Kesbang Linmas Drs H Wiharto Saputro MM mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena memasuki Februari ini di kawasan Batang hujan lebat terjadi tiap hari. ''Apabila ada peristiwa bencana, segera memberitahukan di Posko Satlak PBA di pesawat 392344. Kami akan secepatnya menerjunkan petugas ke lapangan. Kini petugas juga memantau 24 jam.'' (ar-17s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA