
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Sala |
10% PNS yang ke Puskesmas Terindikasi Stres
BOYOLALI - Sepuluh persen PNS di Kabupaten Boyolali yang berobat dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas (menggunakan kartu Askes-Red) menunjukkan adanya indikasi stres. Keluhan tersebut biasanya ditandai dengan sulit tidur, sakit kepala, sulit konsentrasi, pelupa, dan nyeri pada perut yang berpindah-pindah. Sedangkan pada pemeriksaan kesehatan fisik, tidak ditemukan kelainan. ''Karena itu penyuluhan kesehatan jiwa bagi PNS diperlukan, guna mendapatkan pengetahuan untuk kemampuan menghadapi gejala itu dengan cara berpikir positif,'' kata Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial, dr Samsudin MKes, Jumat kemarin. Jumlah PNS dan keluarganya yang berobat menggunakan Askes dalam satu tahun sekitar 64.000 orang. Sedangkan PNS yang berobat dengan fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas belum bisa dijelaskan secara rinci. Yang pasti, dalam satu tahun mencapai ribuan orang Stres, lanjut dia, adalah realitas dalam kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dihindari. Jadi bukan sesuatu yang buruk dan menakutkan, atau merupakan ancaman. Semua orang tidak bisa terhindar dari gejala itu, karena merupakan bagian dari kehidupan. Biasanya disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian. Memacu Semangat Kejadian atau perubahan negatif yang bisa menimbulkan stres cukup banyak dan beragam. Di antaranya, mutasi ke lingkungan kerja yang tidak diminati, turun eselon, putus cinta, atau jatuh sakit. Sebaliknya, juga dapat terjadi atau ditimbulkan oleh perubahan positif. Misalnya, perkawinan, jatuh cinta, naik pangkat, atau naik eselon. Karena bukan merupakan ancaman dan tidak menakutkan, ada kalanya untuk memacu semangat setiap karyawan perlu dibuat stres. Karena stres memang bisa untuk memacu semangat bekerja dan cepat bertindak. Namun tingkatan stres harus dibatasi atau dikontrol. Jangan sampai menimbulkan sakit atau efek lainnya. Sebab itu berbahaya dan tidak mendidik. ''Jika hasil pekerjaannya sudah baik dan mampu memacu semangat bekerja, karyawan jangan terus ditekan,'' kata dia. (shj-49) |