
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Sala |
Pedagang Ayam Minta Dukungan DPRD
KARANGASEM - Belasan pedagang, peternak, dan pemasok ayam di Solo dan sekitarnya yang tergabung dalam Paguyuban Sejahtera mendatangi Gedung DPRD Surakarta, Jumat (6/2) kemarin. Mereka meminta dukungan wakil rakyat di Solo untuk memulihkan kepercayaan warga terhadap ayam pedaging dan ayam kampung, setelah permintaan turun drastis sejak dugaan masuknya Avian Influenza (AI) di kota itu. "Kami meminta dukungan DPRD Surakarta karena Solo merupakan pusat bisnis daerah sekelilingnya. Ayam yang ada di Solo didatangkan dari daerah sekitar," kata H Sidiq Hadiyanto, Ketua Paguyuban Sejahtera kepada Wakil Ketua DPRD HM Yusuf Hidayat dan Ketua Komisi B Hasan Mulachela. Sejak AI marak diberitakan, kata Sidiq, omzet penjualan ayam di Solo turun drastis hingga mencapai 70 persen dibanding dengan kondisi normal. Permintaan dari Jakarta dan Surabaya pun turun. Akibatnya, harga turun 50 persen dari semula Rp 7.000 - 8.000/kg menjadi Rp 4.000 - Rp 5.000/kg. Sidiq menuturkan, setiap hari dia mengirimkan sedikitnya 900 keranjang (satu keranjang berisi 15 - 20 ekor ayam) pesanan ke Jakarta. Namun selama sebulan terakhir, dia hanya mengirimkan paling banyak 500 keranjang per hari. Kondisi yang sama juga dialami H Sulaeman, seorang pemasok daging ayam ke beberapa restoran dan rumah makan di Solo. Warga Kratonan, Kecamatan Serengan ini mengeluhkan turunnya permintaan ayam. Sebelum merebak kabar AI, dia mampu mengirim 500 ekor ayam per hari. "Tapi kini ada pesanan 100 ekor saja itu sudah paling bagus," kata Sulaeman. Yang membuat pedagang ayam geregetan, ada selebaran yang disebarkan pihak tertentu yang menganjurkan masyarakat untuk tidak menggunakan menu ayam karena dikhawatirkan takut tertular virus AI. "Akhirnya, kami memilih kandang ayam dikosongkan. Lha bagaimana lagi kalau lakunya cuma sedikit?" kata Siti Akbari, seorang peternak asal Sukoharjo. Pada kondisi normal, dia bisa mengirimkan 1 ton ayam pedaging ke Jakarta per hari. Namun kini, permintaan ayam hanya mencapai 2 kuintal per hari. Demonstrasi Hasan Mulachela mengatakan, Komisi B mengusulkan dana Rp 115 juta pada RAPBD 2004 untuk penanganan AI di Solo. Pada drafnya, eksekutif hanya mengajukan dari Rp 25 juta. "Semoga usulan kami yang Rp 115 juta bisa disetujui." Sementara itu, HM Yusuf Hidayat mendukung langkah Paguyuban Sejahtera yang akan berpartisipasi dalam program penghijauan "Ayo Jadikan Solo Royo-royo" hasil kerja sama Pemkot Surakarta dan Harian Suara Merdeka, Minggu besok. "Kami siap mendukung demonstrasi makan daging dan telur ayam untuk menepis anggapan bahwa AI bisa menulari konsumennya. Apalagi acara itu akan dihadiri Meneg LH Nabiel Makarim. Kami akan ikut hadir ke sana untuk ikut meluruskan anggapan keliru di masyarakat itu," kata Yusuf. Paguyuban Sejahtera rencananya akan menyosialisasikan makanan ayam dan telur ayam dalam program tersebut. "Kami siap menyediakan ayam berapa pun jumlah permintaannya. Sebab berdasarkan penelitian, ayam yang terkena virus itu tidak akan menulari manusia asal cara memasaknya benar. Apalagi ayam-ayam itu belum positif terkena AI. Bisa jadi terkena penyakit lainnya seperti tetelo," kata Sidiq. (G13-86n) |